Foto ilustrasi: Pemandangan Danau Toba (ist)

JAKARTA – Sepintas jika ditinjau dari aspek bentang alamnya, Kawasan Danau Toba (KDT) memiliki kemiripan dengan negara Swiss. Negara mungil ditengah daratan Eropah. Swiss seperti terselip di pegunungan Alpen tanpa akses laut. Namun Swiss bisa menjadi negara paling maju dan makmur di dunia. Dengan mengandalkan sektor jasa dan IT Swiss merupakan pemimpin industri perbankan, jam, pariwisata dan produk produk hi tech.

“Dikawasan Danau Toba sebenarnya sudah ada embrio pembangunan wilayah yang bisa mereplikasi jejak negara Swiss. Pemerintah pusat telah menetapkan KDT sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional dan telah membentuk Badan Otorita Pariwisata khusus KDT langsung oleh Keputusan Presiden,” kata pengamat KDT, Ganda Situmorang, Minggu (16/9/2018).

Ganda mengatakan, KDT juga telah memiliki Institute Teknologi Del yang bisa berperan sebagai motor penggerak dan pusat pertumbuhan industri Teknologi Hijau 4.0 yang telah dicanangkan pemerintah yaitu Indonesia incorporated 4.0

“Sebenarnya Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Insitute Teknologi DEL, Pemda terkait dan parà pihak sudah memiliki cukup potensi untuk merumuskan bersama peta jalan Toba 4.0. Satu peta jalan dengan visi Kawasan Danau Toba sebagai kawasan terpadu industri Pariwisata dan Teknologi Hijau,” tegasnya.

Peta jalan tersebut, lanjut Ganda, bisa dimulai dengan membuat satu kawasan Taman Teknologi (Green Tech & Ecotourism Park) yang dipayungi dengan Kawasan Ekonomi Khusus/KEK Teknologi Hijau (Green Tech Special Economic Zone) di Sibisa atau di lokasi lain yang ideal seperti kawasan Institut Del.

“Satu kawasan terpadu industri pariwisata dan Teknologi Hijau sebagai pusat pertumbuhan baru dan motor penggerak menuju terwujudnya Toba 4.0.” Katanya.

Dengan ditetapkan sebagai Green Tech & Ecotorism Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), maka pemerintah bisa lebih fokus mengembangkan infrastruktur, penyusunan rencana induk pengembangan KEK tersebut serta insentif fiskal dan pajak untuk perusahaaan sekelas Alibaba China, Precision Agriculture Israel, dan lain lain membuka kantor dan pusat riset dan pengembangan usaha di kawasan tersebut. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR