Mesin Jahit Ibu

oleh -91 views
Mesjin Jahit

Oleh. Tatan Daniel


Ketika pohon-pohon itu belum tumbuh
ibu menjahit masa kanak-kanak
Baju lebaran, teraju pikiran, saku rahasia
tempat uang jajan disimpan
Sesekali ia kebesaran, “tak mengapa,
karena pohon akan segera tumbuh”, ujarnya
Lalu waktu menggelinding
cahaya matahari datang dan pergi
lewat jendela yang tak pernah berubah
Gorden berenda bunga pada seutas kawat
Hanya kuncinya kian berat karena karat
Kenangan tertimbun, sebagian tak teringat
Pohon-pohon membesar dan merimbun
ada yang lapuk, dan rubuh. Tapi baju piyama,
celana yang ditambal, seragam sekolah
yang copot kancingnya, masih kau pakai
kemana-mana. Tak bisa tanggal ia
Kekal ia di dalam sukma
Meski mesin jahit itu telah menjadi silhuet
kelebat bayang tanpa jarum dan benang
Bertahun-tahun sunyi. Menjadi puisi
di bingkai jendela yang sama. Tua.
“Tak mengapa, karena pohon pun
akan dewasa juga..”, ujarnya. Dulu sekali.
Membesarkan hatimu. Ketika kau
akan berangkat, dan dengan risau melipat
baju yang kerahnya basah karena air mata
Baju jahitan ibu yang kau susun satu-satu
di dalam koper lusuh warisan bapak. (***)