Menag RI: Istighosah Kubro Masyarakat Indonesia di Korsel Bisa Jadi Contoh untuk Dilakukan di Tanah Air

oleh -57 views
Menteri Agama RI KH Yaqut Cholil Qoumas di awal sambutannya saat membuka Istighosah Kubro

SEOUL – “Istighosah atau doa bersama yang sejatinya merupakan tradisi NU, tapi alhamdulilah yang dilakukan masyarakat Indonesia di Korea Selatan kali ini juga diikuti oleh Muhammadiyah, bahkan Ketua Persatuan Gereja Indonesia di Korsel dan seluruh elemen masyarakat juga turut hadir, berdoa, bermunajat bersama untuk Indonesia dan dunia. Ini patut dicontoh dan diterapkan di Tanah Air.”

Demikian diungkapkan Menteri Agama RI KH Yaqut Cholil Qoumas di awal sambutannya saat membuka Istighosah Kubro “Berjuta Doa dari Korea untuk Indonesia dan Dunia” yang diselenggarakan secara virtual oleh Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Indonesia (FORKOMASI) dan KBRI Seoul pada Sabtu (2/1/2020) di Korea Selatan.

Lebih lanjut Menag juga mengungkapkan pesannya agar seluruh masyarakat Indonesia di Korea Selatan senantiasa menunjukkan bahwa bangsa Indonesia penuh dengan keragaman. “Keragaman itu yang membuat bangsa Indonesia menjadi kuat, bukan sumber perpecahan. Karena apapun agamanya pasti akan mengajarkan kebaikan dan kasih sayang, serta apapun yang dilakukan pada ujungnya adalah untuk perdamaian”, demikian tutur Menag.

BACA JUGA BOS:   Menteri Trenggono Akan Allout Kembangkan Budidaya Lobster Dalam Negeri

Ungkapan tersebut terkait dengan keputusan Pemerintah RI membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI). Menag lebih lanjut meminta dukungan semua pihak atas keputusan Pemerintah dimaksud. “Pemerintah menjamin kebebasan bersyerikat dan berorganisasi. Tapi kebebasan yang seseorang atau suatu organisasi miliki dibatasi oleh kebebasan orang lain dan juga kebebasan organisasi yang lain. Kebebasan berorganisasi juga tak boleh terlepas dari landasan negara kita yaitu Pancasila dan UUD 45,” tukas Menag.

Istighosah Kubro digagas untuk bermunajad bersama agar pandemi Covid-19 di Tanah Air dan di dunia segera berlalu. Agar seluruh masyarakat kembali dapat berkumpul bersama, melakukan ibadah dan bersilahturahmi bersama – sama. Setahun telah berlalu, namun pandemi ini belum juga berakhir. Masyarakat Indonesia di Korea Selatan sudah sangat rindu untuk berkumpul, beribadah dan mempererat tali persaudaraan sesama WNI di rantau.

BACA JUGA BOS:   Menteri Trenggono Akan Allout Kembangkan Budidaya Lobster Dalam Negeri

Acara dihadiri tak kurang dari dua ratus masyarakat Indonesia lintas agama. Dubes RI Umar Hadi juga terlihat hadir, membuka acara dan mengikuti doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut Dubes menyampaikan perasaannya yang bercampur aduk, sedih sekaligus bangga. Bangga karena WNI di Korsel begitu tinggi solidaritas dan kekompakannya. Namun juga sangat prihatin karena tahun telah berganti tapi tantangan besar masih dihadapi, terutama karena adanya pendemi Covid-19 ini.

Selain itu karena pada saat ini tiga WNI yang hilang pada kecelakaan kapal ikan Myongminho 32 di perairan Jeju belum diketemukan. “Tim KBRI saat ini masih berada di sana bersama lebih dari 1000 personil Tim Bakamla Korsel untuk mencari secara besar-besaran keberadaan para korban. “Untuk itulah kita berkumpul secara virtual pada malam ini untuk berdoa bersama agar pandemi ini sagera berakhir, yang hilang sagera ditemukan, dan agar bangsa kita lekas pulih secara ekonomi,” ujar Dubes Umar.

BACA JUGA BOS:   Menteri Trenggono Akan Allout Kembangkan Budidaya Lobster Dalam Negeri

Istighosah Qubro berlangsung hingga tengah malam waktu Korsel. Acara diikuti segenap anggota organisasi masyarakat Indonesia di Korea Selatan dan juga berbagai individu yang tak terafiliasi. Terdapat 59 masjid Indonesia, 21 Gereja Indonesia juga sekitar 30 paguyuban kedaerahan Indonesia yang tersebar di seluruh pelosok di Korea Selatan.

Istighosah ditutup dengan sarasehan lintas agama membahas peresmian FORKOMASI yang nantinya bersama KBRI Seoul memayungi gerakan masyarakat Indonesia di Korsel, bergotong-royong mengatasi sebagian kesulitan sosial WNI yang tinggal di Korsel. (red)