Lampaui Target, Arief Yahya Terus Genjot Pariwisata Indonesia di 2016

  • Whatsapp

Menteri Pariwisata Arief YahyaMENTERI Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dalam acara akhir tahun, kepada wartawan memaparkan bahwa kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 4,23 persen. Angka ini dikatakan Arief melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 persen. Sementara dalam penyerapan tenaga kerja bidang kepariwisataan baik langsung, tidak langsung mencapai 12,16 juta dari target 11,3 juta tenaga kerja.

“Secara garis besar kebijakan dalam mengembangkan pariwisata selama 2015 sudah sesuai jalur sehingga target yang kami tetapkan telah tercapai,” kata Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, Rabu, (30/12/2015).

Arief mengatakan estimasi pertumbuhan pariwisata Indonesia pada 2015 ini bisa mencapai 5,81 persen. Angka tersebut dinilai Arief lebih besar dibanding beberapa negara ASEAN lainnya. Sebut saja Malaysia, pada Januari hingga Juni 2015 justru tumbuh negatif sebesar 9,43 persen.

Begitu pula dengan Singapura dan Vietnam, pada Januari hingga Oktober tahun ini juga tumbuh negatif masing-masing sebesar 0,09 persen dan 1,27 persen. Berbeda dengan Thailand, pada Januari hingga November ini mengalami pertumbuhan hingga 22,34 persen.

“Kita bisa melakukan pembandingan dengan destinasi unggulan negara tetangga dan akan terlihat bahwa potensi pariwisata Indonesia sangat besar, namun belum tergarap secara optimal,” ujar Arief.

Sebagai pembanding, Phuket di Thailand pada 2015 ini dikunjungi 9,5 juta wisatawan, Penang di Malaysia dikunjungi 5,5 juta wisatawan, dan Angkor Wat di Kamboja dikunjungi 1,7 juta wisatawan. Sementara Bali, tahun ini dikunjungi 4 juta wisatawan asing. Untuk taman wisata seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dikunjungi sebanyak 471 ribu wisatawan asing dan 5 juta wisatawan lokal.

Sementara itu, capaian angka sementara jumlah kunjungan wisatawan asing hingga Oktober tahun ini sebanyak 8.017.589 wisatawan. Angka tersebut terus menunjukkan kecenderungan naik dibanding tahun lalu yang mencapai 7.755.616 wisatawan. “Terdapat pertumbuhan 3,38 persen dibanding tahun lalu dalam periode yang sama,” kata Arief.

Adapun jumlah wisatawan asing hingga Desember nanti diprediksi bisa menembus angka 10,017 juta wisatawan atau tumbuh 5,81 persen. Angka tersebut diprediksi dengan estimasi jumlah kunjungan wisatawan asing pada November dan Desember masing-masing sebesar 800 ribu dan 1,2 juta wisatawan asing. “Capaian 10,017 juta wisatawan tersebut melampaui target 2015,” ucap Arief.

Dengan prediksi jumlah wisatawan yang lebih dari 10 juta wisatawan asing hingga akhir tahun ini, Kementerian Pariwisata mencatat bahwa pariwisata Indonesia menghasilkan devisa sebesar US$ 11,9 miliar atau setara dengan Rp 163 triliun.

Angka tersebut didapatkan dengan perhitungan rata-rata lamanya tinggal wisatawan yang berlibur di Indonesia selama 8,5 hari. Tiap harinya wisatawan tersebut mengeluarkan uang US$ 1.190 per kunjungan sehingga menghasilkan angka capaian devisa tersebut.

Untuk wisatawan Nusantara atau domestik, Kementerian mencatat adanya 208 juta perjalanan hingga Oktober tahun ini. Adapun estimasi hingga akhir tahun, Kemenpar menargetkan jumlah perjalanan pada November sebanyak 22,5 juta dan Desember sebanyak 27,5 juta perjalanan.

Hingga akhir tahun ini, diprediksi melebihi target yang ditetapkan sebelumnya, yaitu 255 juta perjalanan menjadi 255,05 juta perjalanan. “Dari jumlah perjalanan tersebut total uang yang dibelanjakan mencapai Rp 224,68 triliun dengan perhitungan pengeluaran per perjalanan setiap wisatawan sebesar Rp 880.925,” kata Arief. (Nenny)-phs

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *