Kumpulan Puisi ‘Surat Buat Emak’ Karya Aishah Basar Diluncurkan

  • Whatsapp
Foto Aishah Basar luncurkan kumpulan puisi. (ist)

SASTRAWATI Sumatera Utara Aishah Basar melaunching kumpulan puisinya “Surat Buat Emak” bertempat di Trend’s Café, Jalan Kemuning Karya Baru, Dr Mansyur, Medan, Minggu (31/1/2016).

Foto Aishah Basar luncurkan kumpulan puisi. (ist)
Foto Aishah Basar luncurkan kumpulan puisi. (ist)

Ini merupakan buku kedua Aishah dalam kumpulan tunggal. Sebelumnya, ia telah menerbitkan kumpulan cerpen berjudul “Mawar Rebah dan Mimpi-Mimpi Leila” di Taman Budaya Sumatera Utara, pada Januari 2013.

Bacaan Lainnya

Kumpulan puisi “Surat Buat Emak” memuat 45 puisi karyanya yang sarat kritik dan mengungkap realitas sosial dalam dunia kepenyairannya, sejak dari Medan hingga kini menduduki jabatan strategis sebagai pendidik di Tapanuli Tengah.

Dua Pembicara DR Rosliani SS Mhum dengan “Pertarungan Kata Dalam Gelisah – Apresiasi Pada Puisi-puisi Aishan Basar” dan Thompson Hs “Dalam Ruang-ruang Imaji Sampai Kode Alfabetis”, tampil membicarakan kumpulan puisi tersebut dipandu Juhendri Chaniago.

Aishah Basar adalah nama pena Siti Aisyah yang lahir di Rantauprapat, Labuhanbatu pada tanggal 26 Januari 1971. Anak sulung dari lima bersaudara ini menamatkan SD Negeri, SMP Negeri 1, dan SPG Negeri di Rantauprapat.

Aishah Kemudian hijrah ke Medan meraih gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di IKIP Negeri Medan pada 31 Oktober 1996 dan memperoleh gelar Magister Linguistik pada Program Pascasarjana USU Program Studi Linguistik (2002).

Karya sastra sudah mulai ditulisnya dalam bentuk puisi sejak SD untuk konsumsi pribadi dan menulis cerpen sejak SMP untuk hal serupa. Karyanya baru dimuat pada media massa terbitan Medan sejak 1991.

Di bidang penulisan cerita pendek, Aishah pernah mendapat penghargaan sebagai Pemenang II Lomba Cerpen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI dan Creative Writing Institute (2003), Nominasi Lomba Cerpen Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI dan Creative Writing Institute (2004), dan Pemenang II Lomba Menulis Cerita Pendek Program Reguler yang diselenggarakan khusus untuk guru bahasa dan sastra Indonesia secara nasional oleh Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas RI (2006). Tahun 2009 meraih juara I pada lomba menulis cerita rakyat Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh balai bahasa Sumatera Utara.

Cerpen-cerpennya diikutsertakan dalam antologi “Yang Dibalut Lumut” (2003) dan “Dari Zefir Sampai Puncak Fujiyama” (2004) yang diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional, Penerbit Wedatama Widya Sastra, dan Creative Writing Institute.

Foto: buku kumpulan puisi Aishah Basar. (ist)
Foto: buku kumpulan puisi Aishah Basar. (ist)

Di bidang puisi, Aishah menjadi penulis sekaligus pembaca puisi yang baik. Diawali ketika mahasiswa, sebagai juara 1 lomba baca puisi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di IKIP Negeri Medan (1992).

Beberapa puisinya diterbitkan dalam antologi bersama “Muara Tiga”: Antoloji Sastra Indonesia-Malaysia diterbitkan Panitia Dialog Utara IX di Medan (2001). Lalu, bersama Idris Siregar dan Antilan Purba membukukan puisi dalam “Tengok 3” yang diterbitkan Arsas Medan (2002).

Puisinya kemudian dimasukkan dalam antologi “Pesona Gemilang Musim”: Kumpulan Puisi Penyair Perempuan Indonesia II yang diterbitkan oleh Himpunan Perempuan Seni Budaya Pekanbaru (2004), antologi puisi elegi penyair Sumatera Utara berjudul “Amuk Gelombang” yang diterbitkan Star Indonesia Productions Medan (2005), dan “Jelajah”: Puisi Ekologis yang diterbitkan Valentino Group Medan (2006).

Aishah yang kini bertugas sebagai kepala SMA Negeri 1 Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng), menurut salah seorang rekannya, Dini Usman, adalah seniman dan guru sekolah yang “gila”, sebab ia melakukan perubahan revolusioner di sekolah yang dipimpinnya.

Launching buku kumpulan puisi Aishah dihadiri banyak sastrawan dan budayawan, para seniman, pemerhati, penikmat dan masyarakat seni, serta undangan lainnya. Acara ini dimeriahkan oleh para pengapresiasi yang sudah punya nama di Medan/luar Medan yaitu Sri KNA dan Agung Suharyanto (koreografer & praktisi tari), Hafiztaadi (Teater,pertunjukan puisi), Jay Ginting (parafrase puisi), Reins Asmara (pelukis), Endra Kong (sketsa), Agus Susilo, Dini Usman, dan lain-lain. (gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *