Kongres Bahasa Jawa Akan Dibuka Sri Sultan Hamengku Buwono X Malam Ini

  • Whatsapp
Foto Ilustrasi: Kongres Bahasa Jawa VI (ist)

Kongres  bahasa Jawa ini  sendiri diselenggrakan oleh tiga provinsi, yakni DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur

YOGYAKARTA – Sesuai rencana malam ini, Selasa (8/11/2016) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menggelar Kongres Bahasa Jawa VI di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Kongres yang digelar lima tahun sekali ini akan berlangsung selama lima hari hingga Sabtu 12 November 2016.

Muat Lebih

“Kongres baru akan dibuka secara resmi malam nanti yang dimulai pukul 19.00 WIB oleh Gubernur DIY,” kata Ketua Panitia KBJ VI, Nursatwika.

Menurut agenda acara seremoni pembukaan, malam harinya sekira pukul 21.00 WIB digelar pagelaran wayang kulit di tempat terpisah, yakni pelataran Monumen SO 1 Maret Yogyakarta. Karena lokasinya yang lebih dari 1,5 kilometer, panitia menyediakan sarana transportasi becak bagi peserta yang ingin menyaksikan wayang kulit.

Kongres ini sendiri diselenggrakan oleh tiga provinsi, yakni DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kongres sebelumnya (tahun 2011) digelar di Jatim, kali ini DIY sebagai tuan rumah penyelengaraan kegiatan ini.

Gubernur Jatim Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga bakal hadir dalam pembukaan dan sesi sidang pleno. Bersama Sultan HB X, kedua gubernur ini juga dijadwalkan mengisi sidang pleno II atau panelis pada hari berikutnya, Rabu 9 November 2016.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga bakal hadir di hari kedua. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jatim itu akan menyampaikan pemaparannya dalam sidang pleno I pada pagi harinya.

“Besok pagi rencananya sidang pleno I oleh Mendikbud Muhadjir Effendy,” tandasnya.

Tema besar dalam kongres ini ‘Basa Jawa Triwikrama’ dengan subtema pengembangan, pelestarian, dan pendidikan Bahasa Jawa tersebut. Triwikrama dapat dimaknai sebagai gerakan reformasi.

Melalui KBJ VI ini, masyarakat Jawa harus mampu membangun segala kekuatan untuk mereformasi permasalahan yang dihadapi, berkaitan dengan kondisi bahasa Jawa yang mulai pudar.

Menurut panitia, Muhadjir akan menyampaikan materi dengan topik ‘Kebijakan Pemerintah dalam Pengoptimalan Peran Kebudayaan Daerah untuk Memperkuat Kebudayaan Nasional.

Sultan akan mengambil topik ‘Bahasa Jawa sebagai akar budaya Jawa untuk memperkokoh keistimewaan DIY’. Ganjar akan membahas ‘Kebijakan Provinsi Jawa Tengah dalam pengoptimalan pengembangan, pelestarian, dan pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa beserta dialeknya, sebagai pembentuk kepribadian bangsa’.

Sedangkan Pakde Karwo sendiri akan mengupas tentang ‘Kebijakan Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan, pelestarian, dan Pendidikan Bahasa Jawa sebagai Ibu’. Kongres ini berbeda dengan sebelumnya, karena lebih ril tantangannya dalam era digital.

Selain orang nomor satu di DIY, Jateng, Jatim, dan Kemendikbud sebagai pemateri, pemateri lain juga bakal mengisi kongres dalam sidang pleno IV dan sidang komisi dari sesi pertama hingga delapan. Sidang pleno ke V dibacakan keputusan KBJ VI sebagai penutupan. (gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *