Kerajinan Tangan UMKM Pikat Warga Swedia di Kampung Indonesia 2019

  • Whatsapp

STOCHOLM-Wonderful Indonesia Festival ‘Kampung Indonesia 2019’ selama dua hari, 26-27 Juli 2019 berjalan sukses dan meriah di Kungsträdgården alias Taman Raja Swedia. Selain menikmati suguhan hiburan tari, musik, dan pagelaran fesyen, ribuan orang memadati tenant kuliner, wisata, dan kerajinan tangan UMKM.

Ini sekaligus menggambarkan tren positif hubungan bilateral antara Indonesia dan Swedia di bidang ekonomi.

Muat Lebih

Duta Besar RI di Stockholm untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, Bagas Hapsoro memaparkan, investasi antara kedua negara diharapkan semakin meningkat ke depan, terutama di bidang transportasi ramah lingkungan dan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Pemberdayaan perempuan dan peningkatan kapasitas UMKM juga diharapkan meningkat dan kongkrit,” katanya, Senin (29/7/2019).

Besarnya potensi pasar kerajinan tangan Indonesia di Negeri Bangsa Viking diyakini oleh para pelaku UMKM yang menjadi peserta pameran Kampung Indonesia. Iwan Irawan, pemilik Olive Batik menggambarkan kegembiraannya lantaran besarnya antusiasme para pengunjung booth meski hanya dua hari penyelenggaraan.

“Saya optimistis dengan pasar di sini. Mereka sangat mengapresiasi seni, sehingga sama sekali tidak menawar harga karya saya,” ujarnya.

Sebagian besar pengunjung, kata Irwan, mengaku baru kali ini mendengar ada negara yang kaya budaya dan seni seperti Indonesia. Mereka lebih familiar dengan produk kain serupa asal negara Asia lainnya seperti Jepang dan Thailand. Saat dijelaskan bahwa Indonesia punya batik dengan prosesnya yang menggunakan bahan dari alam, mereka sangat terkesan.

“Bahkan ada desainer fesyen Belgia yang tertarik bekerja sama dengan saya. Dia bilang mau mampir di workshop saya di Malang untuk belajar batik,” ujarnya.

Setali tiga uang, pengusaha UMKM lainnya, Magda Maria, melihat Swedia sebagai pangsa pasar yang menjanjikan. Pemilik usaha perhiasan batu alam merek Arya Gatsu itu mengatakan, pembeli Swedia menyukai produk cincin dan gelang batu jenis druji dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur lantaran dianggap eksotik dan unik.

“Pameran di Swedia ini memang tidak terlalu ramai, tapi setiap mendatangi booth saya mereka pasti beli. Daya beli dan apresisinya tinggi.”

Sementara itu, Duta Besar Bagas Hapsoro menambahkan pentingnya kolaborasi antara Swedia dan Indonesia di bidang industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sehingga menjadi cutting edge dengan dunia pendidikan. Salah satunya ialah melalui penandatanganan kerja sama antara perusahaan rintisan asal Swedia, Supertext dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di sela-sela acara Wonderful Indonesia Festival “Kampung Indonesia 2019”.

Wonderful Indonesia Festival “Kampung Indonesia 2019” merupakan yang ketiga kalinya setelah sukses menuai sambutan meriah warga Swedia pada 2017 dan 2018 yang lalu, serta yang pertama kalinya diadakan secara independen. Sebelumnya, Kampung Indonesia diadakan bersamaan dengan Festival Musik Putte i Parken.

Pertunjukan musik angklung “Saung Udjo” asal Jawa Barat membuka Kampung Indonesia 2019, dengan pukulan gong oleh Gubernur Jawa Barat Muhammad Ridwan Kamil.

Ada pula budaya dari belahan Indonesia lainnya seperti tarian Merak dan Kuda Kepang dari Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, serta Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat yang mempersembahkan tari-tarian khas Dayak Iban.

Tak lupa penampilan kelompok gamelan “Gongbron dan Teman-Teman” yang terdiri dari seniman Swedia Urban Wahlstedt, diaspora Indonesia, warga Swedia, dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Swedia; Indonesian Community Band; Ayu Azhari; Connie and Friends Band; Orokaya Rhythm of Sunda; dan Euis Darliah. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *