Kemlu Dorong Pengusaha Kepulauan Riau Tingkatkan Ekspor ke Wilayah Amerika dan Eropa

oleh -86 views
pertemuan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu dengan pelaku usaha di Batam dalam peningkatan perdagangan ke kawasan Ameroka dan Eropa

BATAM – Dalam mendorong diplomasi ekonomi, Kementerian Luar Negeri RI mengajak pelaku usaha di Kota Batam dan Kepulauan Riau lakukan penetrasi pasar non tradisional produk ekspor Indonesia ke wilayah Amerika Latin dan Karibia, serta Eropa Tengah dan Timur.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Ngurah Swajaya, menyampaikan hal tersebut dalam acara “Sosialisasi dan Penggalangan Pengusaha dalam memanfaatkan Peluang Pasar Wilayah Amerika dan Eropa” di Batam, Kamis sore (15/4/2021).

Dubes Ngurah Swajaya mengemukakan bahwa Kemlu mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan kegiatan forum bisnis yang diselenggarakan Kemlu. Dua forum bisnis secara hybrid yang sedang dipersiapkan adalah forum bisnis Indonesia dengan negara Eropa Tengah dan Timur (INA-CEE) pada bulan Juli 2021 dan dengan negara-negara Latin Amerika dan Karibia (INA-LAC) pada bulan Oktober 2021.

Ditambahkannya, kedua forum bisnis ini terbuka untuk para pelaku usaha di Indonesia, termasuk Kepri agar dapat berinteraksi, saling mengenal, dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama bisnis dengan pengusaha asing dari kawasan. Kemlu akan menggunakan platform digital yang telah dikembangkan untuk memfasilitasi interaksi antara pelaku bisnis kedua pihak, yaitu www.ina-lac.com.

“Pandemi Covid-19 menuntut berinovasi dan meningkatkan kreativitas, termasuk dalam diplomasi ekonomi Kemlu untuk mendukung peningkatan ekspor dan investasi,” ujar Dubes Ngurah Swajaya.

Batam dan Kepri memiliki potensi besar untuk kerja sama dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur, serta Amerika Latin dan Karibia di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata. Sumber daya dan hasil produksi, serta letak geografis Batam dan Kepri mendukung pengembangan kerja sama tersebut.

Berbagai upaya terobosan dilakukan Kemlu dalam mendukung perekonomian nasional, seperti pelaksanaan forum bisnis, termasuk virtual, peningkatan interaksi pelaku bisnis, sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja, dan fasilitasi proses perundingan perjanjian perdagangan atau kerja sama kemitraan ekonomi komprehensif.

Pertemuan dengan pemangku kepentingan di daerah, seperti dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha di Batam dalam rangka sosialisasi dan penggalangan pengusaha dalam memanfaatkan peluang pasar wilayah Amerika dan Eropa ini merupakan bagian upaya Kemlu juga.

Para narasumber dari Kemlu, yaitu Direktur Amerika I Zelda Wulan Kartika, Direktur Amerika II Darianto Harsono, Direktur Eropa II/Plt. Direktur Eropa III Hendra Halim, dan Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan KSIA) Amerika dan Eropa Masni Eriza menyampaikan peluang dan tantangan kerja sama Indonesia, termasuk rencana fourm bisnis dengan kedua kawasan tersebut dan manfaat perjanjian perdagangan Indonesia dengan European Free Trade Association dalam bentuk Indonesia – EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA).

Sementara dari KADIN Batam menyampaikan potensi sektor industri di Batam dalam menembus pasar Amerika dan Eropa.

“Kami berkesempatan meninjau langsung sektor Industri dan investasi di Batam, seperti BP (Badan Pengusaan) Batam, Panbil Industrial Estate, PT. Hydril Indonesia, dan studio animasi Kinema Infinite,” kata Darianto Harsono, Direktur Amerika II yang menangangani negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Darianto berharap forum bisnis mendatang dapat diikuti banyak peserta, termasuk Kepri dan Batam. Forum bisnis INA-LAC kedua secara hybrid tahun 2020 di masa pandemi Covid-19 menghasilkan kontrak dagang sekitar US$ 71,02 juta atau Rp. 998,32 miliar dan potensi kesepakatan bisnis senilai US$ 14,36 juta atau Rp. 202,34 miliar. Nilai tersebut lebih besar dari tahun 2019 yang dilakukan secara presensial sebelum pandemi. Kegiatan ini juga dalam rangka melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo, melalui Menteri Luar Negeri untuk terus mendorong investasi dengan memanfaatkan momentum Undang-Undang Cipta Kerja serta melakukan penetrasi pasar ekspor Indonesia ke berbagai negara. (red)