Kabut Tanah Tembakau (94)

oleh -1.041 views

PENJARA yang terdapat di dalam gua ini digunakan untuk tahanan politik dan penjahat kelas kakap. Gelap dan memiliki banyak lorong. Jarak ruang sel tahanan begitu berjauhan, sehingga sesama tahanan sulit untuk berkomunikasi. Penjara ini terbilang angker.

Siapa saja yang masuk ke penjara ini tipis kemungkinan kembali dalam keadaan hidup. Paling banyak para tahanannya membusuk di penjara yang menyeramkan ini. Banyak para tahanan menghabiskan sisa usianya di penjara ini. Atau tewas dalam kerja paksa.

Di dalam lorong hanya satu penerangan obor yang ditempatkan di pojok ruangan. Siapapun yang masuk ke lorong ini, selain sipir penjara sulit akan mengenali ruangan penjara secara persis. Cerita-cerita yang menyeramkan ini sampai juga ke telinga rakyat, namun tidak ada yang berani untuk peduli. Jika ada ingin mencoba-coba jadi pahlawan maka ia akan dijebloskan ke penjara ini. Banyak masyarakat tahu tentang kejamnya sipir penjara, tapi tidak ada yang berani membicarakannya.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (121)

Dengan mengendap-ngendap Rakat berjalan di lorong yang gelap. Dengan lincah melompat dengan kaki jinjit ke ruangan satu ke ruangan lainnya. Matanya tajam memperhatikann para tahanan yang sedang tertidur.

Rakat tiba di sebuah sel yang bersih dan tertata baik dari sel lainnya. Seorang lelaki separuh baya dengan rambut yang mulai gondrong duduk di bersila membelangki pintu sel. Rakat mendekatinya. Kehadirannya tidak ada yang tahu. Lelaki separuh baya itu, membuka matanya sebelah. Dia adalah Handoyo.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (122)

“Pak… Pak Handoyo…!” panggil Rakat berbisik dari balik teralis.”
“Kau kah itu Rakat?” ucap Handoyo.

Rakat kaget dirinya diketahui Handoyo. Rakat tidak menduga kalau Handoyo memiliki ilmu yang cukup tinggi. Handoyo lebih penasaran lagi, apa yang membuat Rakat begitu nekat menemuinya di penjara angker ini. Ia pun tidak menduga kalau Rakat senekat seperti sekarang ini. Handoyo menduga, pasti ada sesutau yang membuat Rakat begitu nekat sampat berani mengorbankan dirinya. (***)

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (123)

Pondok Melati,

Regardo Sipiroko

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

Gambar Gravatar

Latest posts by gapuranews (see all)