Kabut Tanah Tembakau (81)

oleh -618 views

RABIAH duduk melamun di teras rumah ketika Hamzah datang ke rumah Melayu dengan mobilnya. Hamzah keluar mobil dengan membawa dua bungkus nasi. Lalu duduk di samping Rabiah. Rabiah hanya melirik kepada Hamzah tanpa berkata-kata.

“Ini kak aku bawakan nasi dua bungkus. Aku yakin kakak belum makan. Ayo kita makan,” kata Hamzah.
“kakak sudah kenyang, Hamzah,” ucapnya.
“Nanti mag kakak kambuh lagi,” ajaknya.
“Bentar lagi,” sahutnya.
“Ayo lah…” kata Hamzah sambil menarik tangan Rabiah masuk dan duduk di meja makan.

Hamzah mengambil dua piring dan sendok. Lalu duduk kembali di meja makan dan membuka nasi yang dibungkus dengan daun pisang itu. Karena sudah dihidangkan, Raibah pun mulai menyuap nasi denga sendok. Hamzah memperhatikan wajah Rabiah.

“Saya menyesal tidak menemani Marlina, waktu itu,” kata Hamzah.
“Kakak yang lebih menyesal, mengapa kakak biarkan Marlina di rumah sendiri,” ucapnya.
“Aku sudah cari kemana-mana tapi juga belum ada tanda-tanda,” ucap Hamzah.
“Yang kakak pikirkan, bagiamana lah ibunya Marlina. Pasti kecarian,” kata Rabiah.
“Aku tidak tahu kak, kita mau melapor kemana,” tegas Hamzah.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (93)

Keduanya hanyut dengan perasaan masing-masing, namun tetap melahap makan nasi bungkus spesial yang dibeli Hamzah.

“Kau kelihatan kurus sekarang, Hamzah” ucap Rabiah.
“Banyak tugas liputan,” jawab Hamzah seenaknya.
“Kau jangan terlalu mikirkan Marlina,” kata Raiah.
“Tak bisa kak. Kemana pun aku pergi ada saja bayang-bayang Marlina. Aku takut, terjadi yang tidak kita inginkan kepada Marlina,” keluh Hamzah.
“Maksudmu dibunuh, gitu?!” tanya Rabiah.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (94)

Hamzah mengangguk pelan.

“Amit-amit! Jangan sampai terjadi!” sambar Rabiah. ” Apa rencanamu?” tanyanya lagi.
“Nggak tahu kak!” kata Hamzah pelan.

Keduanya terdiam. Hamzah terus menyuap nasi ke mulutnya dengan pikirnnya terus ke Marlina. (***)

Pondok Melati,

Regardo Sipiroko

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com