Kabut Tanah Tembakau (66)

oleh -1.233 views

MARLINA kini sendiri setelah driver ojek online menghilang. Marlina memandang sekeliling yang terlihat hanya jejeran bekas bangsal tembakau tua. Angin dari laut Percut menggoyang pohonan tebu. Kemana pun mata memandang yang terlihat perkebunan tebu. Marlina menjadi kecil diantara bekas bangsal tembakau dan perkebunan tebu.

Di depannya seketika Bunga berdiri. Marlina sedikit kaget. Ia belum pernah melihat sosok orang bunian yang tiba-tiba menjelma di depannya. Bunga menarik tangananya untuk mengikutinya. Angin gencang mengibas-ngibaskan rambut Marlina.

Di depan rumpun bambu yang tidak terlalu rimbun Bunga berhenti.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (95)

“Kita telah tiba, Marlina…” kata Bunga.

Marlina celangak-celinguk. Dia tak melihat apapun di depannya, kecuali rumbun bambu yang tidak terlalu rindang. Marlina menggelengkan kepalanya. Kembali Bunga tersenyum. Perlahan Bunga mendekati Marlina dan menghusap matanya dengan tangannya.

Perlahan Marlina membuka matanya. Apa yang terjadi. Mata Marlina terbelalak ketika menyaksikan pemandangan yang begitu menajubkan. Pintu masuk ke alam paralel terbuk lebar. Rumbun bambu tadi adalah pintu gerbang antara dua alam. Dunia nyata dan alam paralel. Marlina selama ini hanya melihat lorong waktu lewat film fantasi. Tapi, hari ini, Marlina melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (94)

Bunga telah berjalan duluan dan sudah berada di alam paralel. Bunga melambaikan tangannya agar segera masuk ke alam parlalel alamnya orang bunian. Bagikan ada maknit Marlina disedot masuk ke alam paralel. Rambut Marlina yang panjang yang tergerai masih berkibar-kibar.

Perlahan namun pasti Marlina melangkah ke alam paralel dengan memicingkan matanya. Ketika Marlina membuka matanya, sebuah hamparan pemandangan yang inda..Menawan dan mempesona. Sangat indah. pemandangan yang tak pernah ditemukannya di benua mana pun.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (93)

Selain Bunga dan juga sosok wanita jelita berpakian angun dan indah telah siap menyambutnya. Keduanya berdiri di tepi jalan. Menyambut dengan sangat ramah. Dengan senyum tersungging di bibirnya. Keduanya mengucapkan selamat datang kepada Marlina. (***)

Pondok Melati

Regardo Sipiroko

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com