Kabut Tanah Tembakau (60)

oleh -1.321 views

ROY sedang makan siang di Restoran Kaleo Rendang Bistro di Sun Plaza Medan ketika Anton muncul sendiri. Dengan dingin Roy bertanya mengenai tim yang dibentuknya mencari Marlina di kota Medan. Anton menyampaikan keberadaan Marlina belum diketahui.

“Semua hotel sudah dicek. Tim juga minta akses kartu debit nama Marlina, namun dia tak menggunakannya. Terakhir digunakan ketika membeli tiket Jakarta ke Medan,” kata Anton memberikan laporan.

Roy yang sedang menikmati rendang khas Medan menjadi berhenti mengunyah. Lalu mengambil serbet dan melap sisa makannya di bibirnya. Nafsu makannya jadi hilang begitu mendengar laporan Anton yang mengecewakan.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (95)

“Terus, bagimana dengan kerjanya Edison?” tanya Roy datar.
“Belum jelas juga!” jawab Anton
“Panggil dia kemari,” ucap Roy tenang.
“Oke!” kata Anton sambil mengambil seluluernya dari saku depan.
“Saya kagak butuh dongeng. Ngakunya bisa menemukan di lubang semut sekali pun,” kata Roy tenang.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (93)

Muka Anton menjadi merah mendengar sindirian Roy yang begitu halus. Sementara Roy memperhatikan foto Marlina dari selulurnya. Roy sudah sangat rindu dengan bibir basah Marlina. Senyumannya. Tatapan matanya yang teduh. Roy merasa tidak bisa berpaling dari Marlina. Baginya Marlina melebihi harta. Bahkan lebih dari itu.

Pernah Roy membina hubungan dengan beberapa wanita, namun rasanya hambar. Tak satu pun dari sekian banyak wanita yang pernah dikencanai Roy bisa menggoda hatinya. Kecuali hanya nafsu. Roy sudah kehilangan warasannya sampai tak bisa melupakan Marlina. Apa sih hebatan Marlina jika dibandingan dengan tiga selebritis papan atas yang mengejar Roy. (***)

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (94)

Pondok Melati

Regardo Sipiroko

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com