Kabut Tanah Tembakau (59)

oleh -1.299 views

SINAR mentari lembut menyentuh betis mulus bak padi bunting dari kisi-kisi jendela. Marlina tersentak dari tidurnya. Marlina baru sadar menteri sudah mulai meninggi. Memandang sekeliling ruangan. Lalu menarik nafas lega karena berada di rumah Melayu.

Marlina duduk di ujung ranjang sambil mengingat perjalanan dimensi lain tadi malam. Marlina merasa lelah sekali. Haru, sedih dan bangga bercampur aduk setelah mengetahui perjalanan nenek buyutnya Sarni menjadi kuli kontrak di perkebunan tembakau. Menjadi buruan pihak berwajib karena membunuh Mandor kaki tangan Belanda.

Setelah hatinya tenang Marlina bangkit dan menuju ke kamar mandi. Tidak terlalu lama Marlina mandi kemudian duduk ke ruang tengah dekat Rabiah yang sedang minum kopi. Rabiah menyediahkan sarapan khas Medan buat Marlina.

Marlina menikmati sarapan pagi dengan makanan ringan kue putu mayong, lupis dan serabi dan segelas teh manis panas. Marlina menikmatinya dengan santai. Rabiah merasa senang Marlina menikmati hidangan yang disuguhkannya.

Marlina belum mengetahui kalau dirinya saat ini orang yang paling dicar-cari oleh preman, Anton dan Roy. Kedua orang tuanya Mardali Herry dan Dewi Mutiara diam-diam meminta bantuan orang yang berpengaruh di kota Medan. Mama dan papa Marlina tidak begitu yakin dengan cara kerja Anton dan Roy dalam menemukan Marlina.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (93)

Mardali Herry wanti-wanti ke Roy dan Anton jangan sampai nyamuk pres mengetahuinya. Sebab, kalau sampai ke pres berita hilangnya anak pengusaha calon Gubernur DKI Jakarta akan menjadi viral. Kendidat lainnya akan memanfaatkan hilangnya Marlina untuk menjatuhkan elektabilitas Mardali Herry.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (94)

Kekuasan itu enak. Itulah alasanya politisi menggunakan segala cara untuk memenangkan kendidatnya. Meski kadang memanfaatkan isu yang berlebihan jauh dari norma kepribadian bangsa. Hilangnya Marlina jangan sampai menjadi konsumsi pemberitaan di media sosial. (***)

Pondok Melati

Regardo Sipiroko

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com