Kabut Tanah Tembakau (32)

oleh -134 views

MARLINA tersentak ketika Hamzah menarik tangannya. Marlina kini berada di alam nyata. Sinar bulan yang jatuh menyinari wajahnya. Sekejap tadi, tidak ada angin, tapi tidak panas. Pertunjukan orang bunian berubah menjadi sebuah pertunjukan Kelompok Pakpung Medan.

“Jangan melamun, Marlina,” kata Hamzah.
“Ah, tidakā€¦!” kata Marlina menutupi kegugupannya.
“Mau kah kau turun untuk meronggeng?” kata Hamzah masih memegang tangan Marlina.
“Saya tidak bisa menari Hamzah,” ucapnya.

Ingat akan sesutau, Hamzah menarik tangan Marlina menuju ke samping panggung. Tiba di samping panggung terdapat sebuah meja penuh dengan berbagai jenis kue.

“Hari ini Kumpulan Pakpung Medan ulang tahun pertama. Makanan ini buat penonton,” kata Hamzah. Marlina masih berdiri memperhatikan sebuah kue. Hamzah langsung menjelaskan tantang kue Rasidah, kue khas Melayu Deli yang tidak ditemukan di daerah lain.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (122)

“Ini namanya kue Rasidah. Kue langkah. Karena kue rasidah biasanya hanya ada pada saat acara tertentu yang dilakukan masyarakat Melayu Deli. Cobalah,” kata Hamzah sambil mengambil kue Rasidah.

Kue rasidah sendiri bercita rasa manis, teksturnya legit, dan memiliki aroma yang harum karena mendapat taburan bawang goreng di atasnya.

Di kalangan masyarakat Melayu Deli sendiri, kue rasidah hanya dihidangkan pada saat momen tertentu, biasanya pada saat kenduri perkawinan, kenduri khitan, atau bahkan tak jarang juga dijadikan sebagai menu hidangan di Hari Raya.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (123)

Marlina mencobanya. Perlahan Marlina mengunyah kue dengan lembut. Ketika kue di mulutnya, Marlina marasakan sensasi rasa yang berbedah. Nikmat dan lengit.

“Wow! Lengit! Saya belum pernah merasakan kue seperti ini,” kata Marlina.

Hamzah tersenyum melihat Marlina megang kue Rasidah dengan hati-hati, sementara dua tangannya di antara bibir yang merah.

“Kue Rasidah dulunya merupakan teman minum teh para raja Melayu. Pembuat kue ini sudah jarang sekali. Satu diantaranya, kak Rabiah,” kata Hamzah.
“Kalau gitu, ntar bisa belajar sama kak Rabiah dong,” kata Marlina. (***)

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (121)

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

Gambar Gravatar

Latest posts by gapuranews (see all)