Kabut Tanah Tembakau (26)

oleh -478 views

DEWI Mutiara sedang menyaksikan tayangan Siaran Berita Malam di TV yang memberitakan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali mengeluarkan material vulkanik. Reporter menyebut tinggi kolom abu teramati 1.000 meter dari atas puncak gunung. Tidak berapa lama Mardali Herry tiba ruang tamu.

Mardali Herry memperhatikan Dewi Mutiara sambil duduk di sebelahnya. Kedunya masih dengan pikiran masing-masing.

“Di sana erupsi, eh Marlina malah kesana,” kata Dewi Mutiara tanpa melirik suaminya.
“Jauh lho, Ma! Medan dan Gunung Sinabung,” ucap Mardali Herry.
Dewi Mutiara masih menatap TV sambil menyeruput teh lemon hangat.
“Mas yakin dengan kerja Anton?”
“Yakin dong!”
“Buktinya apa? Jejak Marlin masih kabur. Bagusnya lapor polisi saja.”
Mata Mardali Herry melotot.
“Jangan! Jangan…!”
“Jangan apaan?”
“Kalau Marlin kita laporkan ke polisi, terus wartawan tahu. Wah, akan ada isu baru. Laporan hilangnya Marlin akan di ekspose media. Saat ini, kita butuh pencitraan. Biar elektabilitas kita naik,” kata Mardali Herry dengan pelan. Dewi Mutiara meliriknya.
Mardali Herry meminta pengertian Dewi Mutiara. Saat ini ia masih menjajaki beberapa partai politik untuk mendapatkan perahu dalam pencalonan Gubernur Jakarta.
“Beri Anton waktu, ma!” kata Mardali Herry.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (122)

Dewi Mutiara menyerahkan foto bangsal Saentis yang ditemukannya di kamar Marlina. Setelah memperhatikan foto Mardali Herry kaget. Bayangan puluhan tahu silam kembali datang.
“Dari mana Mama dapat?”
“Dari kamar Marlin…”
“Ini ada tulisan Saentis 1870. Nenek pernah cerita, ia pernah menjadi kuli kontrak di Deli. Hanya itu ceritanya. Selebihnya Nenek tak bercerita,” ucap Mardali Herry bingung.
“Tapi apa hubungan dengan Marlin?” tanya Dewi Mutiara.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (121)

Mardali Herry tak menjawab. Pikirannya mulai kacau. Mardali Herry mencoba mengingat-ingat apa saja yang pernah diceritakan neneknya ketika dirinya bocah. Ah, Mardali Herry tak ingat lagi. Yang diingat neneknya sempat bekerja di bangsal tembakau di Saentis, Deli. Itu saja yang masih tersimpan dibenaknya. (***)

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (123)

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

Gambar Gravatar

Latest posts by gapuranews (see all)