Kabut Tanah Tembakau (24)

oleh -548 views

MOBIL Sedan BMW 320i Sport memasuki rumah mewah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berpagar biasa saja, tapi pada pagar besi ada pola belah ketupat yang estetik. Tepat di depan halaman, Dewi Mutiara keluar dari mobil.

Nuansa misterius sedikit menyeruak dari desain rumah ala benteng kuno Eropa ini. Meski begitu, arsitektur kuno yang dipadu dengan gaya modern ini membuat bangunan artistik dan nyaman.

Dewi Mutiara masuk ke rumah setelah pembantu membukakan pintu. Menaiki tangga yang melingkar dengan terburu-buru. Perlahan Dewi Mutiara membuka kamar Marlina. Tiba-tiba kamar mengeluarkan aroma tujuh rupa kembang. Semerbak. Dewi sempat kaget. Sebelumnya ia belum pernah mencium aroma seperti ini di kamar Marlina.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (123)

Dewi Mutiara berdiri di depan pintu kamar tidur Marlina. Warna emas mendominasi ruangan membuat ruangan menjadi mewah. Terdapat puluhan lampu kecil layaknya kunang-kunang yang membuat tampilan kamar semakin mewah. Kamar yang menggunakan ranjang tidak terlalu tinggi ini juga dilapisi karpet cantik sehingga kesan mewahnya semakin bertambah.

Mata Dewi Mutiara liar menyelidiki seluruh ruangan. Di sebuah pojok dekat jendela terdapat sebuah meja dan lemari antik. Dewi Mutiara mendekatinya. Dengan teliti membuka anak-anak laci meja. Mencari jejak, atau apa saja yang bisa menjadi panduan kemana Marlina pergi. Ketika memeriksa lemari ia tak menemukan benda yang mencurigakan.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (122)

Ketika hendak menutup lemari, Dewi Mutiara melihat kaleng coklat. Lalu membukanya. Hanya diari dan liontin. Lembar demi lembar halaman diari ditelitinya. Juga tidak ada yang mencurigakan. Saat hendak menutup diari, Dewi Mutiara melihat foto bangsal tembakau tahu 1870.di tanah Deli. Tidak ada orang yang dikenalnya di foto itu. Hanya mandor Belanda dan para kuli kontrak pribumi, Cina dan Tamil yang sedang bekerja.

“Mengapa ada foto ini? Dimana ini?,” tanya Dewi Mutiara membatin.

Dewi Mutiara mencomotnya dan memperhatikan foto bangsal tembakau dengan cermat. Di bawah foto reproduksi ini tertulis Saentis, Deli 1870.

“Ada urusan apa Marlin dengan foto ini?” ucap Dewi Mutiara membatin.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (121)

Dewi tersentak ketika ekor matanya melihwat bayangan sekelebat dari lemari dan menuju keluar kamar. Dewi Mutiara merinding, namun tetap duduk di kasur. (***)

Pondok Melati

Regardo Sipiroko

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

Gambar Gravatar

Latest posts by gapuranews (see all)