Kabut Tanah Tembakau (19)

oleh -425 views

SIANG sangat terik. Marlina dan Hamzah meninggalkan bangsal menuju parkiran mobil. Marlina masih penasaran mengapa video wanita cantik berbusana Melayu tak bisa direkam? Hamzah yang berjalan di sampingnya masih membayangkan cerita emaknya, di sekitar Saentis ada daerah Sukma Hilang. Dimana satu kampung para kuli kontrak hilang entah kemana. Raib ditelan bumi.

Sudah menjadi cerita di masyarakat sekitar bangsal sering orang hilang. Kadang hilang beberapa hari atau bahkan ada yang selamanya. Tak jarang juga masyarakat yang melintas akan disesatkan orang bunian hingga tak tahu jalan pulang. Dibikin muter-muter sepanjang malam oleh orang bunian. Yang disesatkan sadar setelah ada warga yang menyapanya jelang fajar menyingsing.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (123)

Bulu kuduk Hamzah terus bergidik. Hamzah takut kalau Marlina sudah melihat orang bunian. Setidaknya, kecantikan Marlina telah menggoda orang bunian.

Mungkinkah Marlina sudah mendegar musik dari alam bunian? Musiknya mirip seperti gending Jawa? Jika Marlina mendengar musik di bangsal, itu bukan musik gending dari manusia. Itu dipastikan gending orang bunian yang sedang berpesta.

Memang musiknya mirip warga Saentis hajatan yang sedang menanggap wayang. Sama-sama hajatan tapi berbeda alam.

Hamzah ingat pesan emaknya, kalau mendegar musik gending pada malam hari, jangan sampai terbawa magisnya. Musik gending orang bunian akan terasa magis dan menyayat hati. Meski sama-sama ganding, musiknya orang bunian menghanyutkan jiwa manusia yang mendengarnya.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (122)

Jangan sampai hanyut jika mendengar musik Gending orang bunian. Itu pesan emak Hamzah. Kalau hanyut, manusia mendengarnya akan mengikuti suara Gending dari pestanya orang bunian. Tandanya, musik Gending awalnya antara terdengar dan tidak. Jika sudah hanyut dengan irama Gending, musiknya akan semakin keras. Kalau sudah begitu, orang yang mendengarnya akan berjalan dan mencari sumber suara gending orang bunian.

“Mar, kau dengar musik Gending Jawa?” tanya Hamzah agak takut.
Marlina tersenyum dan menggelang.
“Kau yakin tidak mendegarnya?”
“Masa sih, saya bohong Hamzah,” ucap Marlina.
Hamzah menarik nafas panjang.
“Emang ada apaan sih? Sampe segitunya nanyain?”

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (121)

Hamzah garuk-garuk kepala mendengar pertanyaan Marlina. Takut untuk menceritakannya. Apalagi mereka masih berada di bangsal. Bisa-bisa mereka akan bertemu dengan orang bunian. Itu yang ditakutkan Hamzah. (***)

Pondok Melati

Regardo Sipiroko

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

Gambar Gravatar

Latest posts by gapuranews (see all)