Kabut Tanah Tembakau (113)

oleh -532 views

RAKAT tidak bisa menyampaikan rencana yang akan dilakukan nanti terlalau lama karena mata-mata Ruwondo berkeliaran. Ia juga takut ketika datang tadi dibuntuti mata-mata Ruwondo. Semua harus disampaikan dengan cepat.

“Aku harus kembali ke istana untuk menemui Ruwondo,” kata Rakat.
“Terlalu cepat,” sela Harum Cempaka.
“Tidak boleh ada yang tahu aku kemari,” jawab Rakat.
“Tapi nanti kemari kan,” kata Bunga manja.
“Ya. Aku kemari nanti dengan dayang-dayang istana untuk jemput Marlina,” ucap Rakat.

Rakat segera keluar dari pintu belakang. Bunga terus mengikutinya. Jelita melarang, namun Bunga sudah kadung mengikutinya. Tiba di pintu belakang, Rakat berbalik badan.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (121)

“Cukup sampai disini, Bunga! Nanti mata-mata Ruwondo melihat kita,” kata Rakat minta -pengertian.
“Aku‚ĶAku!” kata Bunga terbata-bata.
“Ya, kamu kenapa?” tanya Rakat.
“Aku ingin kamu selamat,” kata Bunga sambil memeggang tangan Rakat.

Rakat tersenyum. Perlahan Rakat meremas tangan Bunga. Darah Bunga mendesir dan jantungnya langsung berdetak kencang, dan segaris senyum melengkung di bibirnya. Inilah pertama kalinya Rakat memegang tangannya dengan mesra. Bunga seperti melayang.

Sekian lama Bunga menunggu kesempatan untuk menyampaikan perasaannya kepada Rakat. Selalu menghadapi rintangan. Kini telah tersampaikan. Bunga sudah berada di awang-awang. Spontan Bunga mengambil kalungnya dan dan menaruhnya ke pergelangan tangan Rakat.

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (123)

“Ya. Aku akan kembali menemui, setelah semuanya beres,” kata Rakat sambil melayangakan senyum dan melepaskan tangan Bunga.
“Janji?” kata Bunga.
“Ya. Aku Janji!” sahut Rakat sambil meninggalkan Bunga dan keluar dari pintu belakang.

Jelita yang melihat itu terharunya. Dia senang saudaranya sudah berhasil memikat hati kekasihnya, Rakat. Sementara Hamzah dan Marlina terbengong belum tahu apa yang harus dilakukan. Hamzah punya rencana untuk melarikan Marlina sebelum malam acara pesta. (***)

BACA JUGA BOS:   Kabut Tanah Tembakau (122)

Pondok Melati,

Regardo Sipiroko

*DILARANG mengutip keseluruhan atau sebagian dari Novel Mini ini dalam cuplikan atau utuh untuk film, video, audio, tulisan atau bentuk apapun tanpa izin dari www.gapuranews.com

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

Gambar Gravatar

Latest posts by gapuranews (see all)