Isteri Perdana Menteri Sri Lanka Sampaikan Sambutan Kunci Pada Webinar Internasional Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

oleh -56 views
Isteri Perdana Menteri Sri Lanka, Shiranthi Wickremesinghe Rajapaksa

SRILANKA – Isteri Perdana Menteri Sri Lanka, Shiranthi Wickremesinghe Rajapaksa, pada 8/3/2022 telah menyampaikan sambutan kunci pada acara Webinar Internasional bertema “Perempuaan Berdaya, Perempuan Berani Bersuara” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Webinar dibuka oleh Menteri PPPA, Bintang Puspayoga, dan Duta Besar RI Kolombo, Dewi Gustina Tobing, menyampaikan sambutan penutup pada Webinar tersebut” ungkap Heru Prayitno, Minister Counsellor KBRI Kolombo dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media.

Mengawali Webinar, Menteri PPPA menyampaikan pentingnya peringatan Hari Perempuan Internasional sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian perempuan dan mempromosikan hak-hak perempuan dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya. Selain itu, Menteri PPPA juga menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kepada perempuan dan anak untuk merefleksikan kemajuan yang telah dibuat, berani menyuarakan perubahan, dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan.

Dalam sambutan kuncinya, Shiranthi Rajapaksa menyampaikan bahwa perempuan Srilanka berada di garis depan dalam menjaga kepentingan keluarga namun perjuangannya kerap tidak diperhatikan kaum pria, bahkan ada yang harus mengalami kekerasan rumah tangga.

Disampaikan juga bahwa pemberdayaan perempuan memerlukan upaya kolektif. Bagi orang Sri Lanka, pemberdayaan perempuan adalah tentang memiliki ruang, dan sistem pendukung yang diperlukan, seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan dan dukungan semua pihak agar kaum perempuan lebih mandiri. Ketika potensi penuh perempuan terwujud maka perempuan yang mengalami pelecehan dan kekerasan rumah tangga akan bangkit dan membela diri dan keluarga dengan kepercayaan penuh.

Para pembicara pada seminar adalah Ratna Susianawati, Deputi Menteri PPPA, Sunar Basuki dari PT. PNM, Francisca Indarsiani DFAT Australia, Yenny Wahid Direktur Wahid Foundation, Badriah dan Qoriatul Azizah sebagai penyintas, serta Nova Eliza dari Suara Hati Perempuan. “Para pembicara mepenyampaikan pandangan dan pengalamannya pada diskusi yang terdiri dari dua sesi, yaitu “Perempuan Berdaya” dan “Perempuan Berani Bersuara”” jelas Heru.

Para pembicara antara lain menekankan pentingnya pemberian jaminan pemerintah terkait perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak melalui instrumen regulasi, pemberian bantuan usaha mikro, pelatihan, bersuara dan bersikap tegas pada pelaku kekerasan seksual, kemudahan akses mendapatkan bantuan sosial, pinjaman serta kebutuhan lain yang terkait hak-hak perempuan dan senantiasa memperjuangkan kesetaraan gender.

Sementara itu, Dubes Dewi Tobing dalam sambutan penutupnya menyampaikan penghargaan tinggi kepada Menteri Bintang Puspayoga, Ibu Shiranthi Rajapaksa, moderator, pembicara, dan peserta webinar yang telah memberikan inspirasi dan berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam webinar.

Ditekankan bahwa meskipun terdapat banyak pencapaian dan keberhasilan perempuan, namun banyak suara perempuan yang masih terabaikan. Kesetaraan gender perlu terus diperjuangkan, dan peningkatan kapasitas perempuan menjadi keharusan.

Dubes Dewi mendorong Indonesia dan Sri Lanka menjalin kerja sama kemitraan yang lebih erat terkait pemberdayaan perempuan. “Kerja sama kemitraan dapat membantu meningkatkan kapasitas dan peran perempuan dalam pembangunan” pungkas Dubes Dewi. (red)

The following two tabs change content below.
Gambar Gravatar

gapuranews

Gambar Gravatar

Latest posts by gapuranews (see all)