Indonesia Beraksi di Malam Kebudayaan Uppsala

  • Whatsapp

UPPSALA – Riuh rendah tepuk tangan penonton terdengar menggema di Uppsala Konsert & Kongress (UKK) dan Central Passagen, Uppsala. Sabtu, (14/9/2019), Komunitas WNI dari Kota Uppsala, Stockholm, dan Gothenburg, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Kota Uppsala dan Stockholm, serta didukung oleh KBRI Stockholm, turut serta dalam pagelaran Malam Kebudayaan (Kulturnatten) di Kota Uppsala, Swedia.

“Ini adalah kesempatan yang baik untuk menampilkan kesenian dan kebudayaan Indonesia. Saya berterima kasih untuk Komunitas WNI dan PPI yang turut serta dalam penampilan, dan penghargaan sebesar-besarnya bagi penyelenggara Kulturnatten untuk kesempatan yang diberikan. Selamat menikmati penampilan Indonesia”, ujar Dubes RI, Bagas Hapsoro, dalam sambutan pembukaannya.

Indonesia menampilkan antara lain, Tari Banyumasan oleh Juju Ekberg, Tari Kuda Lumping oleh Tim Tari dari Uppsala pimpinan Juju Ekberg, Puisi The Message of Love oleh Martin Ekström dan Jeannie Sinaga diiringi tarian oleh Dwi Ayomi, Tari Karedok Leunca oleh Tim Tari dari Gothenburg pimpinan Wawa Forssen.

Juga ada penampilan band komunitas WNI, dengan lagu populer Indonesia, seperti Lenggang Jakarta, Welcome to My Paradise, Suka-Suka, Bento, Juwita Malam, dan Puncak Asmara. Dubes Bagas turut tampil memainkan gitar bass pada beberapa lagu yang dimainkan.

Para penampil dan masyarakat Indonesia yang hadir juga mengenakan pakaian daerah Indonesia. Ketika band bermain, masyarakat Indonesia melakukan peragaan busana daerah yang digunakan dan turut menari mengukuti irama lagu. Banyak juga yang ikut menari mengikuti lantunan lagu yang dimainkan.

Selain Indonesia, terdapat sejumlah negara lain yang menampilkan keseniannya, yaitu antara lain Kolombia, Turki, dan sejumlah negara-negara Afrika.

Kulturnatten atau Malam Kebudayaan Uppsala, adalah kegiatan kesenian terbesar yang diselenggarakan oleh para pekerja seni, institusi seni, dan pebisnis di Uppsala. Kegiatan tahunan ini telah mulai dan menemukan pakem resminya sejak tahun 1989. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *