Idris Pasaribu Pentaskan Monolog ‘Suharti’

oleh -143 views
Poster Monolog Suharti

MEDAN – Usia tidak pandang buluh jika ingin berkarya. Hal inilah dilakukan Idris Pasaribu. Meski sudah gaek, namun semangat untuk panggung tak pernah binasa. Tak tanggung-tanggung kali ini lelaki yang juga seorang novelis ini akan bermain monolog. Idris akan menunjukkan aktingnya itu di Studio Kosambi, Binjai, Nanti malam, Sabtu (8/8) pukul 20.00 Wib.

Agus Susilo pimpinan Studio Kosambi mengatakan, Idris Pasaribu akan memainkan naskahnya sendiri yang berjudul, Suharti. Naskah ini dibuatnya dari cerita pendeknya yang tergabung dalam buku kumpulan Cerpen Pengembara dari Utara.

“Ya benar nanti malam Idris Pasaribu akan monolog. Ini merupakan pertunjukan yang ke dua di studio Kosambi setelah tiga penyair membaca puisi, minggu lalu, ” kata Agus.

Pertunjukan ini lanjut Agus yang saat memberikan keterangan di dampingi Ibrahim Harahap, mengatakan merupakan pertunjukan Live Treaming. Namun juga ditonton secara langsung oleh 10 orang penonton saja.

“Karena kondisi masih belum memungkinkan, maka kami memang mengundang penonton sepuluh orang saja. Namun secara bersamaan dapat di tonton secara live di group facebook Studio Kosambi, ” sebutnya.

BACA JUGA BOS:   PLN Operasikan GITET 500 kV Pemalang-Batang Extention, Kelistrikan Jawa Bali Semakin Andal

Sementara itu Ibrahim Harahap, mengatakan persiapan sudah matang. Lighting juga yang selama ini menjadi kendala di Studio Kosambi, sudah teratasi dan siap untuk mementaskan Idris Pasaribu.

“Mudah-mudahan sudah siap. Kita sudah beberapa kali latihan dan sudah pula GR, ” kata Ibrahim atau lebih dikenal Ibra.

Sinopsis

Suharti dan Udin pacaran saat kelas 3 SMP, lewat surat sepotong berbentuk memo, tanpa rayuan kata-kata indah. Keduanya murid cerdas.
Baru 3×45 menit mereka pacaran terjadi prahara. Suharti dan Udin pulang sekolah naik kereta angin, setelah mendengar lonceng panjang. Huruhara dimana-mana. Banyak rumah kantor yang dibakar, termasuk rumah Suharti. Bapaknya ketua SOBSI.

Suharti dan Udin berpisah, setelah 3×45 menit pacaran. Mereka bertemu puluhan tahun kemudian di taman air mancur. Sebelah mata Suharti tak memiliki biji mata lagi dan sebelah kakinya pengkor. Ia memiliki seorang anak yang sudah berusia 20-an tahun bernama Prahara.

BACA JUGA BOS:   PLN Operasikan GITET 500 kV Pemalang-Batang Extention, Kelistrikan Jawa Bali Semakin Andal

Udin tak perlu bertanya kenapa mata dan kaki Suharti seperti itu, karena sdh menjadi rahasia umum

Idris Pasaribu

Lahir di Delitua, 5 Oktober 1952. SR/SD, SMA di Sibolga. Kuliah di Fakultas Hukum USU. Menulis sejak SMP di koran dinding sekolah.

Menulis sejak usia 16 tahun di berbagai media cetak di Medan dan media-media lainnya di Indonesia. Mengawali jadi wartawan sejak tahun 1969 di Harian Suluh Marhaen, koresponden dari Sibolga. Di breidel, pindah ke Harian Patriot, di Breidel, lalu berganti nama menjadi Harian Patriot Jaya, pindah le Harian Pos Utara.

Menjadi Kepala Biro Harian Waktu untuk Sumut-Aceh. Tahun 1971 menjadi wartawan Harian Analisa. Kemudian menjadi redaktur Budaya sampai 31 Desember 2019.

Sejak usia 15 tahun menjadi Anggota GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia). Tahun 1969 menjadi Ketua Cabang GSNI Kota Madya Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Tahun 1969 menjadi anggota LKN (Lembaga KebudayaanNasional) Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Tahun 1975 menjadi anghota GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Medan).

BACA JUGA BOS:   PLN Operasikan GITET 500 kV Pemalang-Batang Extention, Kelistrikan Jawa Bali Semakin Andal

Tahun 1985-1988, Sekretaris DPD Pemuda Demokrat, Sumut. Sejak tahun 1999-2014-2019 menjadi Ketua DPD LKN Sumatera Utara.

Tahun 1969, pertama kali cerita pendeknya (cerpen) dimuat di Majalah Mutiara Jakarta. Sejak itu menulis Cerpen sampai sekarang.Cerpen, puisi, esai dimuat di berbagai media cetak di Indonesia dan Malaysia.

Antologi cerpennya dimuat di berbagai antologi bersama di berbagai kota di Indonesia. Juga cerpennya ikut dalam antologi cerpen Indoneisa-Malaysia dalam Muara I dan Muara III.

Sejak tahun 1974 ikut dalam Teater Nasional (TENA). Kemudian 6 Juli, mendirikan Teater Anak Negeri (TAN) di Medan dan menyutradarainya. Melakukan berbagai pementasan teater di Medan dan kota-kota lainnya di Sumut, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Gedung Kesenian Banten, Tangerang.

Pemenang tingkat nasional dalam pembuatan Film Dokumenter pada Festival Film Kawal Harta Negara 2017 yang diselenggarakan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI. Sampai kini aktif menulis Cerpen, Puisi, Esai dan berteater di Sumut. (erni)