Galeri Nasional Indonesia Buka Kembali dengan Prosedur Kunjungan Baru

oleh -65 views
Gedung Galeri Nasional Indonesia

JAKARTA – Galeri Nasional Indonesia membuka kembali kunjungan untuk publik mulai Selasa, 16 Juni 2020. Sementara pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi ini, kunjungan yang dibuka hanya untuk Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia di Gedung B lt. 2.

Berbeda dari sebelum pandemi Covid-19 merebak, kali ini Galeri Nasional Indonesia menerapkan prosedur kunjungan baru. Kepala Galeri Nasional Indonesia mengatakan, “Prosedur baru Galeri Nasional Indonesia ini dibuat untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi semua orang yang berada di Galeri Nasional Indonesia. Prosedur tersebut didesain sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi di Galeri Nasional Indonesia.”

Pustanto menjelaskan, prosedur baru Galeri Nasional Indonesia terkait dengan beberapa hal, di antaranya melengkapi petugas Galeri Nasional Indonesia dengan alat pendeteksi suhu badan dan alat pelindung diri, pembersihan/disinfeksi area publik secara berkala dan lebih intens, penyediaan fasilitas layanan untuk pengunjung, penyesuaian jadwal kunjungan, serta penyesuaian tata tertib selama berada di ruang pameran ataupun di dalam area Galeri Nasional Indonesia.

Alat pendeteksi suhu badan yang digunakan petugas Galeri Nasional Indonesia berupa thermo gun, sedangkan alat pelindung diri berupa masker, face shield, sarung tangan, serta pembatas transparan untuk membatasi kontak langsung petugas dengan pengunjung. Petugas kebersihan juga melakukan pembersihan/disinfeksi secara berkala dan lebih intens. Seperti pembersihan ruang pameran saat waktu istirahat jam kunjungan antara pukul 12.00 hingga 13.00, pembersihan pegangan tangga di dalam lobby ruang pameran setiap jeda antarsesi kunjungan, sering membersihkan perangkat fasilitas layanan pengunjung semisal tempat cuci tangan, kursi, dan sebagainya.

Selain itu, disediakan juga fasilitas layanan untuk pengunjung berupa fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, serta registrasi daring/online dan luring/offline. Registrasi daring dilakukan dengan tahapan:

  1. Registrasi daring dilakukan paling lambat 24 jam sebelum sesi berkunjung yang dipilih, melalui tautan https://galnas-id.com/
  2. Setelah registrasi daring berhasil, konfirmasi kunjungan akan dikirimkan ke alamat email yang didaftarkan pada saat registrasi.
  3. Verifikasi kedatangan saat tiba di Galeri Nasional Indonesia dengan menunjukkan email konfirmasi pada petugas regsitrasi.
    Sedangkan registrasi luring dilakukan dengan cara:
  4. Datang ke Galeri Nasional Indonesia.
  5. Melakukan registrasi luring dan menentukan sesi kunjungan dibantu oleh petugas registrasi.
    *Registrasi kunjungan kelompok (lebih dari 5 orang) melalui Whatsapp +6285772908517

Jadwal kunjungan juga berubah disesuaikan dengan kondisi saat ini. Jadwal kunjungan menjadi Selasa—Jumat, buka mulai pukul 09.00 hingga 15.00 dengan lima sesi kunjungan. Masing-masing sesi dirancang berdurasi 60 menit, dengan jeda 30 menit antarsesi. Sesi pertama pukul 09.00 – 10.00, sesi dua pukul 09.30 – 10.30, sesi tiga pukul 10.00 – 11.00, dan seterusnya.

Galeri Nasional Indonesia juga mengubah tata tertib selama berada di ruang pameran ataupun di dalam area Galeri Nasional Indonesia. Tata tertib ini telah disesuaikan dengan rekomendasi dari International Council of Museums (ICOM). Tata tertib tersebut antara lain:

  1. Pastikan tiba di Galeri Nasional Indonesia paling lambat 30 menit sebelum sesi kunjungan yang ditetapkan untuk melakukan verifikasi registrasi.
  2. Pastikan dalam kondisi sehat, termasuk tidak demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas.
  3. Suhu badan pengunjung dicek oleh petugas di pintu masuk. Pengunjung dengan suhu tubuh ≥ 37,5 °C tidak diizinkan masuk.
  4. Mencuci tangan menggunakan sabun dan/atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan setelah memasuki ruang pameran.
  5. Gunakan masker. Pengunjung yang tidak menggunakan masker tidak diizinkan masuk.
  6. Dilarang membawa senjata tajam, bahan mudah terbakar, bahan berbau menyengat, dan hewan peliharaan.
  7. Hindari membawa barang yang tidak diperlukan/berlebihan karena fasilitas penitipan barang ditutup selama masa pandemi.
  8. Posisikan diri pada penanda jarak 1,5 meter selama antri masuk ruang pameran.
  9. Selama berada di dalam ruang pamer:
  10. Hindari kontak fisik dengan orang dan benda.
  11. Selalu menjaga jarak dengan pengunjung lain, minimal 1,5 meter.
  12. Hindari menyentuh wajah (mata, hidung, dan mulut). Jika terpaksa, gunakan tisu bersih.
  13. Jika sesi kunjungan telah habis, silakan keluar ruang pameran dengan tertib dan tetap menjaga jarak.
  14. Dilarang melakukan aktivitas yang mengganggu dan/atau merusak fasilitas Galeri Nasional Indonesia. (ril)