Cerita Mini (Cermin) 25 ‘DERMAGA TEPIAN KOTA’

oleh -1.189 views

TUALANG sangat panik, dia sangat menyesal berdebat dengan Marissa yang sangat disayanginya. Nasi telah menjadi bubur, perbuatan dapat dimaafkan, tapi kata-kata yang keluar bagaimana mengejarnya. “Mulutmu, Harimaumu”, Tualang bergumam.

Mat Kilau, menelpon Tan Sina, “engkau segera ke Bohorok. Ingat ini rahasia, siapapun tak boleh tahu termasuk ayahmu. “Jika kau langgar syarat ini, kau akan kehilangan emakmu dalam waktu yang panjang”, kata Mat Kilau.
Tan Sina berjanji tidak akan mengingkari janji itu.

Menjelang petang, terik matahari mulai memudar, hembusan angin Bohorok sedang tak mengaum, di situlah Tan Sina tiba di tepian rambung yang sejuk.
Mat Kilau menjemput ponakannya, dengan senyuman. Tan Sina memeluk haru pakciknya.

Dengan langkah cepat mereka menelusuri rumah Panglima Mejin.
Sekejap saja mereka telah tiba di rumah yang dituju. Begitu masuk, Tan Sina Idris kaget, Marissa sedang diurut Rosa.
Tahu Tan Sina datang, Marissa dihentikan Rosa mengurutnya.

“Kapan ananda datang”, tanya Marissa.
Tan Sina tak langsung menjawab, dia menerpa emaknya, memeluk erat tubuh emaknya.
“Kemari sore emak, langsung kemari dan menginap di sini. Tapi emak tak ada”, ujar Tan Sina pada emaknya.

“Emak sejak datang, langsung kemari, dijemput Rosa.”
“Rosa? Siapa Rosa emak.
“Nanti kau emak kenalkan dengannya, berkenankah nanda?”

Hidangan malam sudah tersaji.
“Mari, kita makan dulu, nanti ngobrolnya disambung. (**)

Bohorok, 120221

tsi taura

The following two tabs change content below.