Bupati Ponorogo Buka Festival Reyog Mini 2016

  • Whatsapp
Foto: Festival Reyog Mini (FRM) XIV Ponorogo. (ar)

DENGAN dibukanya Festival Reyog Mini (FRM) XIV oleh Bupati Ponorogo Ipong Mukhlisoni yang bertempat dialun-alun kota Ponorogo menandai dimulai perhelatan adu kemampuan dari sejumlah group reyog dengan pemain anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Foto: Festival Reyog Mini (FRM) XIV Ponorogo. (ar)
Foto: Festival Reyog Mini (FRM) XIV Ponorogo. (ar)

Digelarnya Festival ini adalah sebagai upaya dari Pemerintah Ponorogo Bupati Ponorogo Ipong Mukhlisoni membuka festival reyog mini (FRM) ke XlV dan perayaan Hari Jadi Ponorogo yang ke 520 di panggung utama alun-alun kota Ponorogo, Kamis (4/08/2016) malam.

Muat Lebih

Dalam pembukaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ponorogo yang ke 520 tersebut, selain dihadiri Forkomimda Kabupaten Ponorogo, anggota dan unsur Pimpinan DPRD Ponorogo juga sejumlah undangan dari kabupten sekitar Ponorogo.

Antusias warga Ponorogopun nampak tinggi dalam acara yang dihelat tiap tahun ini, terbukti tempat duduk yang disediakan panitya sudah terisi penuh sejak awal, dan bahkan banyak warga yang rela berdiri diluar pagar karena tidak kebagian tiket masuk lokasi untuk bisa mendapatkan tempat duduk.

“Dengan adanya FRM ini berarti ada regenerasi seniman reog. Setidaknya ada yang bisa meneruskan menari reog,” katanya.

Disebutkan Ipong, sudah banyak dari para pemain reyog yang sudah tua, sehingga dengan ini diharapakan dapat menggantikan dan meneruskan untuk melestarikan kebudayaan asli Ponorogo ini.

Foto: Salah satu kegiatan saat pembukaan Festival Reyog Mini (FRM) XIV. (ar)
Foto: Salah satu kegiatan saat pembukaan Festival Reyog Mini (FRM) XIV. (ar)

“Mereka yang akan menggantikan yang sudah harus pensiun sebagai penari reog,” pungkasnya.

Tentang peserta yang memang masih terbatas dan hanya berasal dari Ponorogo saja, Ipong mengatakan,” sebenarnya memang bisa lebih bagus, dan lebih kompetitif, namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah anak-anak yang diluar Kabupaten Ponorogo itu juga belajar Reyog, kan berbeda dengan di sini, hampir diseluruh pelosok, kita tidak sulit mencari anak-anak yang belajar reyog,”ucapnya.

Apalagi, lanjut dia, melihat kesenian reog yang pernah dicaplok Malaysia. Ipong menuturkan setidaknya generasi sekarang sudah bisa.

Kali ini, tamu undangan dan masyarakat Ponorogo langsung disuguhi penampilan peserta Festival Reog Mini (FRM). Walaupun hanya dua penampil yang memeriahkan acara pembukaan HUT Ponorogo.

Uniknya juga ada warog bule yang diboyong oleh MTsN Sampung. Warok bule tersebut juga ikut menari pada FRM.

Tidak hanya penampilan peserta FRM. Warga Ponorogo yang rela melihat dari luar juga disuguhi pesta kembang api, pertanda di bukanya HUT Kabupaten Ponorogo ke 520. (ar/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *