Budaya dan Pariwisata Nusantara Dipamerkan di Dakar

  • Whatsapp
Foto: warga negara Indonesia yang tinggal di Dakar mengenakan pakaian tradisional dan mengikuti parade pakaian tradisional. (ist)

BANYAK cara untuk mempromosikan budaya dan pariwisata nusantara di luar negeri. Salah satunya bisa melakukan dengan pameran. Hal inilah yang dilakukan Kedutaan Besar RI Dakar dengan menghadirkan berbagai produk budaya dan mempromosikan daerah-daerah tujuan wisata Indonesia di ajang World Cultural Month di Dakar, Senegal, Minggu (1/5/2016).

Foto: warga negara Indonesia yang tinggal di Dakar mengenakan pakaian tradisional dan mengikuti parade pakaian tradisional. (ist)
Foto: warga negara Indonesia yang tinggal di Dakar mengenakan pakaian tradisional dan mengikuti parade pakaian tradisional. (ist)

Dalam acara yang diselenggarakan oleh International School of Dakar (ISD) itu, KBRI Dakar memamerkan aneka produk kerajinan seperti tenun dan batik, membagikan pamflet wisata dan menayangkan video tentang pariwisata Indonesia dan menyajikan hidangan khas Indonesia seperti nasi goreng, sate dan es teler.

Stan Indonesia di ajang itu juga mementaskan permainan gamelan dan memberi kesempatan kepada pengunjung untuk memainkan gamelan.

Di ajang itu, warga negara Indonesia yang tinggal di Dakar mengenakan pakaian tradisional dan mengikuti parade pakaian tradisional.

Dubes RI di Dakar Mansyur Pangeran mengatakan World Cultural Month, yang dihadiri ribuan pengunjung, merupakan ajang pamer dan promosi budaya ke masyarakat Senegal dan ekspatriat di Dakar

KBRI Dakar, yang sudah empat kali berturut-turut mengikuti ajang tersebut sejak 2013, kali ini mendapat penghargaan stan terbaik dan terfavorit dan berharap bisa menarik warga Senegal dan warga asing lainnya untuk datang ke Indonesia lewat ajang itu.

“Di antara partisipan dari 55 negara, Indonesia terpilih mendapat penghargaan sebagai stand budaya terbaik dan terfavorit,” ujar Duta Besar RI Dakar Mansyur Pangeran.

World Cultural Month adalah ajang prestisius untuk memamerkan dan mempromosikan keunikan budaya masing-masing negara kepada masyarakat Senegal, khususnya kepada kalangan ekspatriat di ibu kota negara, Dakar.

“Partisipasi kita dalam World Cultural Month ini sangat penting untuk mengenalkan Indonesia secara lebih luas, terutama d Kiari aspek budaya,” kata Dubes. (gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *