Badan Pariwisata PBB Dalam 12th UNWTO Awards Forum Berikan Pengharagaan Pada Banyuwangi

oleh -441 views

BADAN Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) dalam 12th UNWTO Awards Forum memberikan penghargaan kepada Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur di Madrid, Spanyol, Rabu (20/1/2016) malam waktu setempat.12 UNWTO AWARDS

(Excellence and Innovation in Tourism)” mengalahkan nominator lainnya dari Kolombia, Kenya, dan Puerto Rico.

Banyuwangi berhasil penghargaan Excellence and Innovation in Tourism tersebut untuk kategori ‘Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola’ pada Rabu (20/1) malam waktu setempat. Banyuwangi mengalahkan nominator lainnya dari Kolombia, Kenya, dan Puerto Rico.

Selain Banyuwangi, juara lainnya datang dari Lithuania untuk kategori ‘Inovasi Dunia Usaha’, Nepal untuk ‘Inovasi Organisasi Non-Pemerintah’, dan Brazil untuk kategori ‘Inovasi Riset dan Teknologi’. Para juara ini disaring dari 109 program lainnya dari negara-negara anggota UNWTO di seluruh dunia.

Sekretaris Daerah Banyuwangi Slamet Kariyono menyatakan, kemenangan Banyuwangi dalam penghargaan pariwisata internasional memberi makna sangat berarti. Bukan hanya bagi Banyuwangi semata, tapi juga Indonesia.

“Apalagi setelah adanya aksi terorisme belum lama ini. Kita bersama-sama menjaga pariwisata Indonesia di mata dunia,” katanya Kamis (21/1/2016).

Dalam lima tahun terakhir, sektor pariwisata di Banyuwangi memang terus menggeliat dengan menawarkan alam dan budaya yang apa adanya dan dikemas dengan balutan festival. Kunjungan wisatawan pun meningkat signifikan. Untuk wisatawan nusantara, jumlahnya melonjak 161 persen dari 651.500 orang (2010) menjadi 1.701.230 orang (2015). Adapun wisatawan mancanegara meningkat 210% dari kisaran 13.200 (2010) menjadi 41.000 (2015).

Geliat bisnis dan pariwisata juga ditunjukkan lewat lonjakan jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang mencapai 1.308 persen, dari 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015).

Pariwisata pun terbukti ikut membantu menggerakkan ekonomi warga. Tak heran, pendapatan per kapita Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melonjak 62 persen dari Rp20,8 juta (2010) menjadi Rp 33,6 juta per kapita per tahun (2014). (gr)