Anies Baca ‘Big Debt Crises’, Relawan Perubahan: Ikhtiar Menghindari Kesalahan yang Sama

oleh -25 views
Juru Bicara Relawan Perubahan, Indra Kusumah

JAKARTA – Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan mengunggah foto sedang membaca buku ‘Principles for Navigating Big Debt Crises’ di media sosialnya. Juru bicara Relawan Perubahan, Indra Kusumah berpendapat hal ini menunjukan sisi keunggulan Anies yang terbiasa berpikir secara substantif.

“Latar belakang mas Anies lekat dengan dunia akademis. Beliau memang selalu berpikir dengan matang, mempelajari sesuatu dengan hati-hati sebelum memutuskan, terbuka dalam berdiskusi, termasuk mempertimbangkan masukan dari masyarakat. Memang beginilah ciri pemimpin yang berwawasan luas dan insyaallah mampu membawa perubahan,” ujar Indra.

Indra menilai, pesan yang ingin disampaikan Anies bukan sekadar menyentil kondisi saat ini. Melainkan pembelajaran untuk menghindari utang luar negeri yang semakin memburuk dan kemungkinan akan diwariskan pada kepemimpinan Indonesia berikutnya, “Buku tersebut membahas tentang siklus utang besar yang menjerat negara-negara besar selama 100 tahun terakhir. Membeberkan fakta kalau negara bisa krisis akibat terjerat hutang besar yang terus menerus,” imbuhnya.

“Hemat saya, mas Anies berusaha mempelajari pola, supaya paham hubungan sebab-akibat di balik suatu pengambilan kebijakan. Dengan begitu, akan muncul sejumlah alternatif rekomendasi kebijakan penataan kembali keuangan negara agar tidak terjebak lebih dalam oleh jeratan utang luar negeri. Salah satu bentuk ikhtiar menghindari kesalahan yang sama” tambahnya.

Ia berharap masyarakat mampu menentukan pilihannya dengan cermat di pilpres 2024 kelak. Sebab, pilihan tersebut menentukan masa depan dan nasib Indonesia 5 tahun mendatang.

“Kita perlu melihat isi pemikiran para kandidat yang berlaga di Pilpres 2024. Mas Anies sudah mulai membuka kontestasi kampanye gagasan. Kita perlu pemimpin yang memiliki referensi luas, kapasitas dan pengetahuan yang memadai dalam mengambil keputusan, serta merumuskan dan menetapkan kebijakan,” ucap Indra. (gardo)