Actemra dan Kevzara, Obat Baru Covid-19 yang Direkomendasikan WHO

oleh -718 views

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan obat Actemra dari Roche dan Kevzara dari Sanofi untuk pasien COVID-19. Data dari sekitar 11.000 pasien menunjukkan bahwa kedua obat tersebut mampu mengurangi risiko kematian dan kebutuhan ventilasi mekanis.

Meski direkomendasikan untuk pasien COVID-19, Eks Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan keduanya bukan obat yang bisa membunuh virus Corona. Pemberian obat tersebut hanya ditujukan untuk mengurangi dampak yang disebabkan infeksi COVID-19 pada tubuh.

“Obat-obat ini semuanya tidak bisa membunuh virus COVID-19, tapi diberikan untuk mengatasi kerusakan yang diakibatkan virusnya,” jelas Prof Tjandra dalam diskusi penanganan COVID-19 di Indonesia, Antara TV, Kamis (8/7/2021).

Penelitian ini menunjukkan bahwa obat tersebut bisa menurunkan angka kematian pada pasien covid hingga 13 persen dibandingkan dengan perawatan biasa tanpa obat ini.

Pada faktanya, kedua obat ini sebenarnya merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan radang sendi. Diketahui bahwa beberapa penyakit yang dapat diobati Actemra dan Kevzara adalah rheumatoid arthritis (RA), arteritis sel raksasa (GCA), arthritis idiopatik poliartikular aktif (PJIA), danarthritis idiopatik sistemik aktif (SJIA).

Dengan pemberian “obat COVID-19” ini, akan menekan IL-6 yang berlebihan di dalam tubuh. Reaksi yang berlebihan ini bisa berbahaya bagi kesehatan pasien COVID-19, sehingga perlu ditekan dengan pemberian obat-obatan. Selain menekan IL-6, dalam laman resminya baik Actemra dan Kevzara bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Namun, ada beberapa orang yang tidak disarankan menggunakan kedua obat ini, seperti orang dengan tuberkulosis, diabetes, HIV, atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus.

Kedua obat ini juga termasuk golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus di bawah pengawasan dokter. Jika tidak, bisa menyebabkan efek samping serius seperti sulit bernapas, pusing, pingsan, muntah, dan nyeri dada yang bisa membahayakan keselamatan pasien COVID-19.

Mengenai harga jualnya, menurut harga eceran tertinggi (HE) oleh Kemenkes, Actemra dijual dengan nama Tocilizumab. Tocilizumab 400 mg/20 ml infus dijual seharga Rp 5.710.600, dan Tocilizumab 80 mg/4 ml infus sipatok Rp 1.162.200.

Sementara itu untuk Kevzara, belum ada info resmi mengenai apabila obat ini telah masuk ke Indonesia. Namun di Amerika Serikat (AS), mengutip Drugs.com, obat ini sendiri dipatok dengan harga US$ 3.827 atau setara Rp 55 juta untuk dosis150 mg/1.14 mL. (ima)

The following two tabs change content below.