8 Penyair Sepakat Deklrasikan Komunitas ‘Jagat Sastra Milenia’

oleh -111 views
Jagat Sastra Milenia

JAKARTA – Komunitas sastra bernama Jagat Sastra Milenia besok, Sabtu (10/10/2020) akan dideklarasikan oleh oleh delapan penyair, yakni Emi Suy, Neni Yulianti, Nunung Noor El Niel, Riri Satria, Rissa Churria, Sofyan RH Zaid, Veronika Ninik, dan Yoevita Soekotjo.

“Berawal dari berkumpulnya enam penyair perempuan yang memiliki kesamaan visi untuk membuat rumah belajar bersama dalam rangka ikut serta memajukan kesusastraan Indonesia, maka muncul gagasan mendirikan sebuah komunitas sastra yang sanggup mewadahinya,” kata Riri Satria, Jumat (9/10/2020).

Pada gagasan mereka, lanjut Riri, komunitas sastra yang didirikan harus mampu menjadi rumah belajar bersama untuk meningkatkan kompetensi para anggotanya, didasarkan kepada persahabatan yang baik, serta memotivasi anggotanya untuk menghasilkan karya-karya yang berkualitas.

BACA JUGA BOS:   Di Tengah Pandemi Covid-19, FIKSI 2020 Lahirkan Calon Wirausahawan Muda Indonesia

“Sebuah gagasan harus diterjemahkan ke dalam perencanaan yang baik sebelum diwujudkan secara konkrit. Keenam penyair perempuan tersebut sangat menyadari bahwa manajemen organisasi yang baik menjadi kunci sukses untuk mewujudkan gagasan tersebut,” ungkap Riri.

BACA JUGA BOS:   Di Tengah Pandemi Covid-19, FIKSI 2020 Lahirkan Calon Wirausahawan Muda Indonesia

Melalui berbagai diskusi bersama, lajut Riri, akhirnya gagasan tersebut dituangkan ke dalam satu gagasan utama, yaitu quality atau kualitas. Intinya, komunitas ini harus berkualitas, bukan hanya sekedar main-main.

“Gagasan utama ini diterjemahkan ke dalam lima sub-gagasan yang disebut dengan Semangat 5Q yaitu quality of learning (kualitas pembelajaran), quality of writing (kualitas tulisan karya sastra), quality of motivation (kualitas motivasi), quality of friendship (kualitas persahabatan), serta quality of management (kualitas manajemen organisasi). Lima dimensi kualitas inilah yang akan menjadi ruh atau semangat komunitas sastra yang akan dibentuk,” katanya. (def)