30 Pelajar Asia Pasifik Belajar Budaya Tradisional di Yogya

oleh -276 views
Foto: Pelajar Asia pasific belajar budaya di Indonesia. (ist)

TIGA PULUH pelajar dari dari 15 negara Asia Pasifik mengikuti program pertukaran pelajar International Students Cultural Program (ISCP) di Yogyakarta.

Foto: Pelajar Asia pasific belajar budaya di Indonesia. (ist)
Foto: Pelajar Asia pasific belajar budaya di Indonesia. (ist)

Selama di Yogyakarta, peserta ISCP akan mendapatkan berbagai program, seperti seni tradisi nusantara dan pengenalan karakter masyarakat nusantara. Selama belajar seni, mereka menggunakan Pendopo Tembi Rumah Budaya, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta.

Ditempatkannya peserta ISCP di Yogyakarta karena provinsi ini memiliki beragam kesenian yang masih terjaga di tengah budaya global. Hal ini dinyatakan Gentur Adiutama, koordinator ISCP, di Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (27/7).

Gentur menjelaskan, para peserta diinapkan di rumah warga. Tujuannya untuk mendekatkan serta mengenalkan secara langsung tradisi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Diharapkan mereka bisa tahu dan bisa memgamati bagaimana tradisi di masyarakat, seperti bagaimana jagong manten, bagaimana arisan, hingga bagaimana kerja bakti,” katanya.

Para peserta ini, berasal dari Australia, Kamboja, Mesir, Fiji, India, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, New Caledonia, Papua Nugini, Philipina, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam.

Mereka tinggal di tengah-tengah masyarakat sejak tanggal 18 hingga 30 Juli 2016 di dua kota, Jakarta dan Yogyakarta.

Bagi Andrew, program ini cukup menyenangkan dan menantang. Selain itu, mengubah perspektifnya tentang keamanan di Indonesia. Beberapa kali, Andrew menyaksikan, membaca, maupun mendengar tentang berita terorisme di Indonesia.

Setelah dua minggu berada di Indonesia, khususnya Yogyakarta, pandangan ini berbanding terbalik.

“Indonesia ini adalah negara yang luar biasa, aman dan menyenangkan. Tentu saja, banyak tradisi unik yang menyenangkan,” ujar Andrew.

Di Yogyakarta, Andrew banyak menjumpai kesenian maupun kebudayaan masyarakat lokal yang membuatnya tergelitik.

Berbekal kamera ponsel pintar, dan laptop, akhirnya dia mengabadikan momen indahnya di Indonesia. Dia mengupload di seluruh media sosial yang dia punya tentang menariknya Indonesia. (gr)