oleh -15 views

Cegah Abrasi Pantai, Ini Yang Dilakukan IARMI dan Pok Tan Hutan Pesisir

SERDANG BEDAGAI – Ikatan Alumni Resimeb Mahasiswa Indonesia (IARMI) Sumut, dan Kelompok (Pok) Tani Hutan Pesisir Sejahtera ( KTHPS)  Sergai di bantu masyarakat Desa Bafan Kuala kecamatan Tanjung Beringin ( Bedagai) – Sergai, lakukan  penanaman 200.000 pohon mangrove, dibibir pantai Desa Bagan Kuala, Sabtu, 2 Juli 2022 kemarin.

Hal ini disampaikan, Eduward Manik selaku Ketua Panitia, kepada media ini melalui whatsApp, Minggu, 3 Juli 2022.

Bupati Serdang Bedagai (Sergai), H. Darma Wijaya, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II, Setdakab Sergai, Drs.Nasrul Azis Siregar mengatakan, bahwa perlindungan dan pemulihan ekosistem mangrove merupakan langkah penting dalam memitigasi perubahan iklim. 

“Keberadaan ekosistem mangrove yang baik di kawasan pesisir, juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat di pesisir terhadap perubahan iklim. Rehabilitas mangrove dilakukan utuk memulihkan, melestarikan kawasan hutan mangrove. Selain itu, rehabilitas mangrove juga mengantisipasi dan memitigasi dampak perubahan iklim, ” kata Bupati. 

Kegiatan penanaman 200.000 pohon mangrove ini, lanjut Darma Wijaya diharapkan dapat mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, memperbaiki lingkungan pesisir dan memperbaiki habitat dipantai.

“Hal tersebut diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produksi ikan dan hasil laut lainnya terutama kepiting, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di pesisir pantai,” ungkap Darma Wijaya.

Dikesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Sergai secara konsisten terus mendorong upaya upaya rehabilitas ekosistem mangrove, dengan melibatkan semua pihak termasuk seluruh masyarakat di wilayah Serdang Bedagai, sehingga nantinya Kabupaten ini memiliki hutan mangrove dengan berbagai keanekaragaman jenis.

BACA JUGA BOS:   Puan: PDIP Siap Punya Capres Sendiri

“Salah satu dari tujuan kegiatan ini adalah memberi pengetahuan dan penyadaran kepada generasi muda tentang ekosistem pesisir, hal ini sangat beralasan, karena Indonesia merupakan salah satu negara Mega Biodiversity yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia sebanyak 3,6 juta Hektar. 

“Kenyataan ini tentu sangat menguntungkan karena ekosistem mangrove memiliki fungsi yang sangat luas, diantaranya menyimpan karbon 4-5 kali lebih besar dibandingkan hutan daratan,” ungkap Bupati  Darma Wijaya lagi.

Sebelumbya, Ketua Panitia Eduward Manik, SE, mengatakan penanaman hutan mangrove ini bekerja sama dengan Kelompok Tani dan masyarakat, serta Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia Sumatera Utara.

Penanaman dilakukan sebanyak 200.000 pohon dengan tujuan mencegah abrasi pantai, dan menjaga bumi tetap hijau dan tetap mendapat oksigen yang penuh.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Kelompok Tani dan masyarakat serta Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia Sumatera Utara.

“Harapan kita kedepannya bumi kita tetap hijau dan akan mendapatkan oksigen yang penuh karena tidak terjadi lagi pemanasan global. Indonesia salah satu paru paru dunia, untuk itu makanya kita tanam mangrove ini, dan ini akan berkepanjangan sampai tahun depan. “Di  Desa Bagan Kuala ini kami akan menanam sebanyak 200.000 pohon, yang pelaksanaannya memakan waktu sekitar 2 bulan,” ungkap Eduward Manik.

BACA JUGA BOS:   Puan: PDIP Siap Punya Capres Sendiri

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Hutan Pesisir Sejahtera Kabupaten Serdang Bedagai, Gobel Hardiono, mengatakan, penanaman mangrove ini untuk menghindari abrasi pantai, serta dapat juga menjadikan destinasi wisata pantai kalau ditata dengan baik.

“Desa Bagan Kuala ini, 3 mil kedepan sudah tergerus yaitu luasnya lebih kurang 250 atau 300 hektar. Harapan kita kedepan mari bersama sama dari masyarakat dan elemen masyarakat, Pemerintahan Daerah, ayo kita bekerjasama untuk menjaga, melindungi agar supaya mangrove ini dapat ditata dan kedepan menjadi sebagai sumber ekonomi. Dan mangrove ini juga kalau kita tanam dengan baik dia bisa jadi Destinasi Wisata, dan bila dibawah air dia akan menjadi biota biota laut tempat berkembang biaknya ikan udang kepiting dan lain lain,” ungkap Gobel.

Sedangkan Kepala Desa  Bagan Kuala, Safril, mengatakan penanaman hutan mangrove itu ditanam sebanyak 200.000 pohon, di areal daratan tepatnya dipinggir pantai, yang terletak di Dusun 1, Desa Bagan Kuala, dengan tujuan agar terciptanya wisata mangrove.

BACA JUGA BOS:   Puan: PDIP Siap Punya Capres Sendiri

“Penanaman mangrove tersebut sebanyak lebih kurang 200.000 pohon,  yang dimulai dari penanaman pertama  sebanyak 40.000 pohon. Penanaman diareal daratan dipinggir pantai. Kita bertujuan untuk menciptakan wisata mangrove makanya kita tanam diawal daratan.

Harapan kita kedepan kita bersama elemen dan instansi terkait yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai beserta masyarakat, kita mau menjaga hutan mangrove yang ada di Bagan Kuala,” ungkap Safril. 

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Tanjung Beringin, Kapolsek Tanjung Beringin,AKP T.  sihombing,  Dan Ramil 11/TB, Dandim 0204 DS,Dan Pulau Terluar Marinir Pulau Berhala, Kepala OPD, Kepala Desa Bagan Kuala, Kepala Desa Nagur, Kepala Desa Mangga Dua, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Masyarakat. (Eb) 

The following two tabs change content below.