205 Pekarya Baca Puisi Virtual Sukses Meriahkan Hari Puisi Indonesia 2020

oleh -175 views

JAKARTA – Sebanyak 205 pekarya se Indonesia yang terdiri dari Seniman, anak anak, ibu rumah tangga, pejabat daerah dan masyarakat umum baca puisi berantai.

Baca puisi berantai sepanjang dua jam itu digagas oleh Meditasi Corona Virus (MCV), sebuah Grup FB yang lahir dimasa pandemi,beranggotakan banyak komunitas seni di Indonesia.

Acara itu berlangsung tepat di Hari Puisi Indonesia, Jumat, 26 Juli 2020 pukul 20.00 hingga selesai.

Di awal acara terlihat, Agus Susilo sebagai Koordinatoor MCV melakukan prosesi pembukaan dengan melakukan pemukulan gong satu, dua dan tiga.

“Puisi adalah kesederhanaan.Dibalik kata-kata yang singkat padat itu tersimpan berjuta makna. 

Semoga puisi dapat berkontemplasi dan menjadikan kita semua bersaudara, ” ujar Riri Satria yang selama ini aktif mendukung gerakan kebudayaan di MCV.

Pembacaan puisi dilakukan 4 sesi
Setiap sesi terdapat 50 pembaca kecuali
sesi ke 4 yakni 56 pembaca. Pembacaan terlihat sangat menarik lantaran diiringi musik bernuansa kedaerahan yang dikemas Herie Matahari.

BACA JUGA BOS:   Pameran Daring Manifesto VII 'Pandemi' Via Daring

Dengan diringi musik tersebut,  pembacaan puisi yang hanya 15 detik durasinya bagi setiap pembaca menjadi lebih menarik.Enak ditonton dan tidak menjenuhkan.

Acara ini juga diselingi dengan dialog seputar puisi , proses karya,manfaat serta gerakan kebudayaan.

Ada enam narasumber dari berbagai daerah, Adolf Osen T Rumaikewi (Papua) , Olivia Zalianty (Jakarta), Nunung Noor El Neil (Bali),  Kunni Masrohanti (Riau) dan Elly Zuarni (Aceh) .

Nunung Noor El Neil dalam bincangnya dengan Juhendri Chaniago mengatakan pembacaan puisi berantai yang digagas MCV untuk memperingati hari puisi ini sangat inspiratif.

“Puisi saat ini sudah sangat memasyarakat. Puisi bisa dijadikan alat pemersatu bangsa. Apalagi saat ini bangsa kita rentan terhadap perpecahan. Maka dengan membaca puisi bersama-sama seperti yang digagas MCV ini,  kita berharap membawa semangat baru bagi bangsa ini, terlebih dimasa pandemi, ujar Nunung yang telah menerbitkan lima antologi puisi.

BACA JUGA BOS:   Bamsoet: Perlu Restrukturisasi Kredit Cegah Tingginya Kredit Macet

Acara ini bekerjasama dengan Generasi Lintas Budaya. Olivia Zalianty sebagai direktur di Generasi Lintas Budaya mengaku sangat terharu dan puas dengan acara tersebut.

“Saya terharu , ini luarbiasa bagus sekali.
semua lapisan masyarakat membaca puisi, itulah hakekatnya puisi menjadi perekat …walau kondisi jarak harus tersekat PSBB, dengan bersama berpuisi jarak terasa dekat, komentarnya saat dialog bersama Devie Matahari di studio iNews Jakarta.

Kita berharap bisa terus bekerjasama dengan kawan-kawan di MCV, terimakasih, ucap seniman yang juga artis ini.

BACA JUGA BOS:   PLN telah sambungkan listrik gratis untuk 6.017 rumah warga

Kemudian acara ditutup dengan pemutaran video terakhir sesi empat.  Agus Susilo membacakan puisinya dengan sangat menarik Puisi ciptaannya itu dibacakan dengan dialek Medan yang kental.

Berikut puisinya:

Kedan
Kubawa kelen keleleng
Naek kereta sm becak mesin
bukan bongak
Tak Pande aku banyak cakap
Dalam pun kurondokkan maksudku
Ko tau itu
Aceh papua
Kayak mukakku sama mulutku
Dekat

Para Admin MCV yang telah bahu membahu bekerja bersama dalam persiapan kegiatan ini mengaku lega, sinyal dan acara pertunjukan virtual ini berjalan lancar,
Willy fwi menambahkan.

Pembacaan puisi berantai ini juga diikuti penyair-penyair seperti Fikar W Eda, Tsi Taura, Porman Wilson Manalu, RD Kedum, Sulaiman Juned, Salman Yoga S m, YS Rat dan teaterawan Ayub Badrin. (red)