16 Kebudayaan Bali Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2019

  • Whatsapp
Tari Janger Kedaton. (ist)

DENPASAR – Sedikitnya 16 jenis kebudayaan Bali ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia untuk tahun 2019 dalam sidang penetapan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

“‘Secara jumlah, tahun ini yang paling banyak ‘item’ kebudayaan yang ditetapkan oleh Kemendikbud, sebanyak 16 dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di nasional, kita termasuk yang terbanyak tahun ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana, di Denpasar, Rabu, (4/9/2019).

Dikatakannya, ke-16 kebudayaan Bali itu, diantaranya, Kerajinan Perak Celuk (diusulkan Disbud Bali), Asta Kosala Kosali (Disbud Bali), Pangelantaka (BPNB), Baris Sumbu Desa Adat Semanik (Disbud Badung), Gerabah Banjar Basang Tamiang (Disbud Badung), Mabuug-buugan Desa Adat Kedonganan (Disbud Badung), Gambuh Desa Adat Tumbak Bayuh (Disbud Badung), Ngaro Banjar Medura, Intaran, Sanur (Disbud Kota Denpasar).

Kemudian Legong Binoh (Disbud Kota Denpasar), Janger Kedaton dan Pegok (Disbud Kota Denpasar), Sate Renteng (Disbud Kota Denpasar), Usaba Dimel Desa Adat Selat (Disbud Karangasem), Cakepung Budakeling (Disbud Karangasem), Seni Musik Penting (Disbud Karangasem), Tari Baris Jangkang (Disbudpora Klungkung), dan Ngrebeg Keris Ki Baru Gajah (Disbud Tabanan).

Pengusulan warisan kebudayaan Bali ini agar lolos dan ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia harus melewati tahap kajian selama setahun. Warisan kebudayaan diusulkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Balai Pelestarian Nilai Budaya, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten/Kota se-Bali. (red/gr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *