10 Perempuan Medan Pamerkan Lukisan ‘Petiklah Hari’

  • Whatsapp
10 Perempuan Medan berpose di depan Ruang Pameran Taman Budaya Sumut. (ist)

MEDAN – Mengambil momen peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2019 lalu, sepuluh perempuan yang beragam latar belakang memamerkan karya lukisannya di ruang Pameran Taman Budaya jalan Perintis Kemerdekaan No. 33 Medan.

Kesepuluh perempuan yang berpartisipasi dalam pameran lukisan berjudul ‘Petiklah Hari’ itu antara lain Wan Hidayati, Tetty Mirwa, Dini Usman, Fitri Evita, Agraini Larosa, Juwita Sari, Anggi Aulia, Evita Febrina, Siti Yuli Hardiyanti dan Nurul Trianda.

Muat Lebih

Pembukaan dengan menggunting pita pada 22 April 2019, pukul 16.30 WIB yang dilakukan oleh Wan Hidayati selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut didampingi oleh Deni Elfriansyah, Kepala UPT Taman Budaya Sumut, Baharuddin Saputra, Ketua DKSU dan para pejabat dinas terkait.

Susana pembukaan 10 Perempuan Medan pamerab di TBSU (ist)

Dalam selebaran kuratorialnya bahwa pameran kali ini mencoba mengungkap tafsir kehidupan versi pelukis perempuan ke dalam kanvas, bagaimana mereka menafsirkan dirinya dan hidupnya, segalanya dapat dituangkan dalam goresan dan warna.

“Pameran yang digelar selama enam hari ini selain mengingat perjuangan para pejuang hak-hak perempuan juga mendorong kegairahan melukis di kalangan perempuan dan menghidupkan kreatifitas yang sama untuk kota Medan,” kata pelukis wanita Dini Usman, Rabu (24/4/2019).

Lukisan 10 Perempuan Medan yang dipamerkan. (ist)

Ketua DKSU Baharuddin Saputra salut dengan karya kesepuluh perempuan tersebut. Ia berharap para seniwati Medan terus berkarya untuk memperkaya seni rupa di Sumatera Utara umumnya, kota Medan khususnya.

“Semoga pelukis perempuan lebih giat lagi berkarya untuk selanjutnya bisa mengharumkan nama kota Medan,” ucap Baharuddin.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Wan Hidayati mengatakan, terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara pameran ini dan berharap ke depannya bias berkelanjutan dan lebih baik lagi.

“Semoga langkah baik ini menjadi pemantik gairah seni rupa di Sumatera Utara,” ucapnya. (aba)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *