yan harahap dengan lukisan anamorpic
Lukisan Anamorphic Karya Yan Harahap – Foto Dolumentasi Pribadi

BISA disebut Yan Harahap seorang pelukis anamorphic pertama di Indonesia yang karyanya  bisa dinikmati oleh masyarakat secara langsung. Lukisan tiga dimensi itu biasanya dilukis oleh para pelukis dengan kapur di trotoar (pavement), jalanan dan tidak permanen. Aliran lujisan ini popular dengan sebutan Anamorphic Illusion painting atau 3 D Art (Pavement painting).

Karena tidak permanen maka lukisan anamorphic tidak biasa bertahan lama, namun untuk cuaca dan musim diluar negeri mendukung untuk lukisan ini dibuat, untuk Indonesia hal ini diragukan ketahanannya.

Ide atau inspirasi melukis Anamophic ini dilakukan Yan Harahap di kanvas tatkala seorang Kurt Wenner, seorang pelukis dan juga arsitek dari Amerika melakukan pameran di Jakarta dengan hasil digital printing. Akhirnya Yan Harahap pun bereksperimen dan mencoba dengan kanvas sehingga dapat diangkat atau digulung bila cuaca buruk atau turun hujan. Sehingga praktis dan mudah dipindah-pindah serta tentu saja bisa dipakai untuk beberapa kali kesempatan pameran.

yan harahap lukis bandar barus
Yan Harahap melukis Sejarah Baru Lewat Kanvas – Foto Dok. Pribadi

“Kalau bisa dibikin digital printing, kenapa tidak dilakukan dengan kanvas? Maka, saya pun melakukan coretan-coretan di kertas sebagai contoh. Lalu saya buat dalam ukuran besar di kanvas,” kata Yan Harahap kepada Gapuranews.com.

Lukisan pertama di pamerkan di Anjungan Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) langsung mendapat sempatik oleh pengujung. Semua para pengujung tidak mengerti lukisan anamorphic. Lalu Yan pun memberikan penjelasan, kalau foto tersebut bisa dinikmati setelah di potret dengan camera (tustel) atau camera (Handphone).

“Ya bagi masyarakat yang tidak mengenalnya, mereka belum tahu, maka saya yang memberikan penjelasan. Setelah mengetehui efeknya di camera, mereka (pengunjung) langsung puas,” katanya.

yan harahap dengan pelukisa arab saudi
Yan Harahap Bersama Mahasiswa Seni Rupa Arab Saudi – Foto: Dok, Pribadi

Yan Harahap memamerkan lukisan anamorphic-nya, selalu di Anjungan Sumatera Utara TMII, sebab disanalah studionya dimana dirinya melukis dan memamerkan lukisan karanya di luar aliran lukisan anamorphic. Selain melukis aliran anamorphic, Yan Harahap dikenal juga sebaga pelukis khusus etnik, yakni etnik Batak.

“Oppung (panggilan akrab buat Yan Harahap, yang artinya kakek dalam bahasa Batak) seorang pelukis yang terbilang luar biasa. Sabar dan sangat peduli degan budaya Indonesia, terutama sekali budaya Batak. Oppung melukis rumah adat, pemandangan dan juga sejarah, seperti lukisannya tentang Barus,” kata Kepala Anjungan Sumatera Utara TMII, Tatan Daniel.

yan harahap
Yan Harahap – Foto: gardo

BIOGRAFI

Yan Harahap, lahir di Sibolga (Tapanuli tengah) 25 Mei 1960, menikah dengan Rahima Nasution, memiliki 3 anak lelaki dan 1 anak perempuan serta 2 cucu lelaki dan perempuan.Yan Harahap memiliki hobby Melukis dan music sejak kecilnya, pernah belajar saat belia dengan seorang pelukis berkewarganeraan Jerman.

Pernah menjadi pegawai (Computer Programmer) BUMN Jiwasraya, Guru SMK Teladan medan, Ass Dosen Komputer FMIPA Universitas Sisingamangara XII, Pimpinan Lembaga Pendidikan Komputer Micro Science Medan, disamping kesibukan sebagai Pegawai BUMN dan pengajar Yan Harahap bergelut di bidang Seni music dengan membentuk dan membina beberapa Band di kota medan serta membuat fasilitas buat berekspresi juga studio latihan Musik Castle 223. Hingga tahun 1999.

Awal Tahun 2000 untuk pengembangan bermusik anak-anak Yan Harahap dan keluarga pindah ke Jakarta tepatnya dikawasan Bintaro pesanggrahan Jakarta Selatan hingga saat ini. 3 dari anak Yan Harahap beraktifitas sebagai musisi di Indonesia dan bergabung dengan beberapa band ( Bondan Prakoso & Fade 2 black, Denada, Juwita Band, Opick ).

Kecintaan terhadap budaya Indonesia khususnya Sumatera utara menjadi inspirasi Yan Harahap melukis tentang alam dan budaya Sumatera utara dicelah-celah kesibukan dalam membina Band di Jakarta, hingga tepatnya ditahun 2011 Bapak Tatan Daniel Kepala Anjungan Sumatera Utara Taman Mini “Indonesia Indah” memberikan ruang/tempat buat berekpresi dan  memamerkan karya-karya lukiisan budaya Yan Harahap.

Lukisan-lukisan karya Yan Harahap telah banyak dikoleksi oleh para kolektor baik dalam Negeri maupun Luar negeri. (gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR