Foto ilustrasi Wisata Palaruga Sumut (ist)

Laporan: Ayub Hamzah dari Sumatera Utara

BERLIBUR bersama keluraga di kota Medan, Sumatera Utara, tak mesti harus pergi jauh ke luar kota. Bila tinggal di Medan, tentu saja punya banyak tempat melancong. Diantaranya, Berastagi, Parapat, Pantai Cermin, Kolam Buaya dan ratusan tempat wisata lainnya.

Foto ilustrasi Wisata Palaruga Sumut (ist)
Foto ilustrasi Wisata Palaruga Sumut (ist)

Meski begitu, ada satu tempat wisata keluarga yang bisa kami rekomendasi untuk Anda, yaitu, Pemandian Palaruga.  Dimana itu?Belum banyak pelancong yang tahu tempat ini. Letaknya di Desa Palaruga Kecamatan Namu Ukur, Kabupaten Langkat. Dari Medan kurang lebih 1,5 jam ditempuh dengan kenderaan mobil atau sepeda motor.

Hanya dengan waktu yang relatif singkat itu, kita sudah bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa. Gemericik suara air dari sungai [youtube]Kolam Abadi hingga Air Terjun Tongkat[/youtube]urgawi yang mempesona.

Sebelumnya, kita harus menempuh jalan setapak naik turun bukit sejauh kira-kira 1/2 kilometer. Titian bambu yang menghubungkan antara satu bukit kecil dengan bukit kecil lainnya, juga mempunyai kesan tersendiri.

Jalan setapak itu juga masih tanah basah dan licin. Terkadang kita harus ekstra hati-hati kalau tak ingin tergelincir. Masyarakat di sana sudah membangun dinding tebing dari bambu seadanya. Pemandangan itu juga membuat perjalanan menuju Kolam Abadi dan Air Terjun Tongkat menjadi sangat eksotik.

Beberapa tempat yang dilewati, penduduk di sana membuka warung seadanya. Mereka menyediakan aqua dan air nira yang manis. Namun kebanyakan pengunjung lebih mengandalkan bontot yang mereka bawa dari rumah. Sehingga jarang sekali ada pengunjung yang membeli, selain harganya juga relatif mahal untuk kantong orang kecil dan masyarakat biasa.

Wisata Palaruga Sumut-1
Ilustrasi foto Wisata Palaruga Sumut yang mempesona (ist)

Setelah di ujung tebing, barulah jalan menurun menuju Sungai Kolam Abadi. Dari jauh kita sudah mendengar deru suara air yang begitu derasnya. Terkadang ditingkahi suara burung dan jeritan, pengunjung wanita yang sudah lebih dahulu mandi di sana.

Turun menuju sungai juga mempunyai tantangan tersendiri. Selain licin dan sempit, jalannya nyaris tak ada pegangan. Kita melangkah dari satu batu ke batu lainnya dengan sangat hati-hati kalai tak mau tergelincir dan jatuh.

Tetapi lagi-lagi itu sangat memicu adrenalin. Wow…Pertama melihat sungai itu, tak ada kata lain selain kita berdecak kagum. Dan, tak ada niat untuk menunda walau sekedar makan mie instan seduh, panas yang dijual warga desa. Dia memasaknya dengan kayu bakar, sungguh suasana pedesaan yang sangat terjaga dan asri.

Air sungai itu sungguh menggoda dan memanggil-manggil untuk segera dinikmati. Meski mula-mula hanya kaki tapi tanpa sadar, akhirnya semua pengunjung bergumul dengan sejuknya air yang bening bagai air pegunungan di’sorga’.

“Wow…airnya biru bening. Batu-batuannya kelihatan di dasarnya….ayo pidiokan aku menyelam…” teriak seorang pengunjung kepada temannya.

Lalu video menyelam di airpun mereka tonton dan suasana lucu-lucuan itupun menjadi kenangan yang sangat indah bagi mereka. Selvie dan poto bareng dengan berbagai view pun menjadi buruan mereka. Nyaris tak ada pemandangan yang buruk.

Nah dari pangkal sungai inilah petualangan pun dimulai. Boleh dimulai dari menuruni tangga untuk melewati air terjun yang berbahaya. Boleh melompat dari tebing dan titian bambu. Kemudian mulai berhanyut dengan baju pelampung yang sudah disewa sejak kita mulai datang dengan Harga Rp 30 ribu/orang.

Pelancong yang menikmati indahnya alam Palaruga (ist)
Pelancong yang menikmati indahnya alam Palaruga (ist)

Perjalanan menyusuri sungai itulah petualangan sepanjang 1 kilo meter yang sangat mengesankan. Menyelam, berhanyut, melompat merekam dengan video dan poto adalah petualangan yang sangat menyenagkan. Di sungai itu, semua orang saling bantu-membantu untuk meniti batu demi batu besar yang menghadang sungai.

Setiap ‘bendungan batu’ akan membuat air terjun tersendiri yang airnya deras. Ada yang berani melompat. Ada yang dipegang teman bahkan ada yang sengaja menghanyutkan diri, tetapi harus yang memang cekatan. Sebab jika tidak, bukan tidak mungkin kaki Anda akan terkilir. Jika sudah begitu, maka akan sulit untuk dibawa ke pangkalan.

Setelah puas berenang dan menghanyut akhirnya kita menyudahi petualangan di Air Terjun Tongkat. Sebenarnya ada 4 tempat yang bisa di jelajahi. Tapi kami hanya memesan 2 tempat saja, lantaran dengan dua tempat itu saja, badan sudah mengigil dan hari sudah pukul 4 sore.

Nah, setelah puas dengan petualangan air ini, lalu kembali kita akan menyusuri bukit demi buklit untuk kembali ke pangkalan di mana kenderaan kita bisa diparkirkan dengan aman dan tak perlu takut akan kehilangan karena dijaga oleh mereka.

Foto Ilustrasi Pesona Wisata di Palaruga Sumut, begitu menggairahkan (ist)
Foto Ilustrasi Pesona Wisata di Palaruga Sumut, begitu menggairahkan (ist)

BANYAK CALO

Pemandian alam Palaruga ini boleh dibilang masih belum dikelola dengan baik. Kita masih terganggu dengan banyaknya calo yang berkeliaran di sepanjang jalan menuju lokasi.

Calo-calo ini juga rada unik dan seru. Mereka sanggup mengejar-ngejar mobil kita untuk menawarkan paket perjalanan. Mereka inilah yang nantinya membawa kita kepada ‘terminal’ dimana kita akan dipandu oleh dua orang ranger. Bila bersedia, pengunjung akan merogoh biaya tambahan. Tapi bila cerdik, kita bisa menolak jasa mereka dengan beribu alasan.

Ada beberapa tempat (terminal), beberapa yang kami ingat adalah Goa dan Petualangan Jeanggle (PJ). Nah jika Anda baru pertama ke tempat ini sebaiknya menghubungi Ranger di sana. Salah satu yang kami rekomendasikan adalah Rendi dengan nomor kontak 082277839935.

Nah tunggu apa lagi…mumpung air dan tempatnya masih benar-benar asri dengan udara yang sejuk, bersih dan jauh dari kebisingan kota yang hiruk pikuk ataupun pelancong yang terlalu ramai. (aba)

TINGGALKAN KOMENTAR