Foto ilustrasi: Wayang Sukuraga. (ist)

WAYANG Sukuraga telah ditetapkan menjadi seni khas budaya kota Sukabumi sejak 12 Februari 2016 yang lalu. Dengan adanya momentum tersebut semua pihak dapat melestarikan dan mengembangkan seni budaya Sunda warisan para leluhur, di tengah kemajuan teknologi yang kian pesat ini.

Foto ilustrasi: Wayang Sukuraga. (ist)
Foto ilustrasi: Wayang Sukuraga. (ist)

“Melalui seni dan budaya ini, kami menginginkan masyarakat di Kota Sukabumi sejak dini mencintai kebudayaan asli daerahnya di tengah serbuan budaya asing yang belum tentu berdampak positif bagi warga,” ujar Wali Kota Sukabumi, Muraz, Kamis (18/2/2016).

Pihaknya mengaku khawatir dengan kondisi anak, yang sudah mulai melupakan bahkan ada yang tidak mengetahui kesenian dan budaya asli daerahnya.

Sementara itu Dalang sekaligus Pencipta Wayang Sukuraga, Effendi mengatakan Wayang Sukuraga berbentuk boneka yang dipadukan dengan seni lukis, rupa, musik, teater dan kerajinan serta mulai di pertunjukan kepada khalayak umum sejak 1997.

Wayang Sukuraga lebih banyak menceritakan konflik manusia secara internal, serta konflik-konflik para anggota badan manusia dengan iringan musik kolaborasi paduan musik etnik tradisional dan modern.

“Mengenai nama-nama tokohnya disesuaikan dengan nama anggota tubuh manusia seperti mata, telinga, hidung, mulut, tangan dan sebagainya,” katanya.

Muraz berharap, khasanah seni budaya khas Kota Sukabumi dapat bertambah dan menjadi kebanggan masyarakat. Beberapa tahun lalu, telah pula dikukuhkan secara resmi seni Ngageulis (Ngagotong Lisung) atau menggotong lesung dan Bola Leungeun Seuneu (Boles) atau Bola Tangan Api yang berakar dari tradisi seni dan budaya Kota Sukabumi.

“Wayang ini bisa menjadi ikon dan kami bangga atas kreativitas dan inovasi para seniman dan budayawan Kota Sukabumi sehingga mampu menciptakan sekaligus mengembangkan seni dan budaya khas tersebut,” ujarnya. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR