Foto: Poster Salya Wiratama. (ist)

JAKARTA – Wayang Orang Bharata akan mengangkat ‘Salya Wiratama’ (REBORN) yang akan dipentaskan appda 7-8 September 2017  mulai pukul 20.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta.

Kali ini mengangkat kisah di Mandaraka. Kisah pun bermula dalam pengembaraannya mencari Ilmu, Narasoma, putra mahkota Kerajaan Mandaraka, bertemu dengan Begawan Bagaspati, seorang resi berwujud raksasa. Dari sang begawan, Narasoma tak hanya memperoleh pendamping hidup, yakni Dewi Pujowati, tetapi juga kesaktian Aji Candabirawa yang dapat memunculkan raksasa demi raksasa dari tetesan darahnya.

Bangga dengan ilmunya, Narasoma menjadi pongah, hingga akhirnya terpaksa bertekuk lutut ditangan Raden Pandu dalam sayembara memperebutkan Dewi Kunti. Layaknya ksatria sejati, Narasoma mengakui kehebatan Raden Pandu, bahkan menyerahkan adiknya Dewi Madrim untuk diperistri sang pangeran dari Hastinapura itu yang kelak menurunkan para Pandawa.

Narasoma kemudian naik tahta dengan gelar Prabu Salyapati. Kesaktiannya membuat ia dihormati sebagai sesepuh Kurawa yang menguasai Hastinapura. Meski demikian, hati Prabu Salya tetap memihak para Pandawa, terutama kedua keponakannya yaitu Nakula dan Sadewa, buah pernikahan Raden Pandu dan Dewi Madrim. Sepeninggal kedua orangtua mereka, ksatria kembar ini dibesarkan oleh Dewi Kunti layaknya putra kandung sendiri.

Peperangan batin antara kesetiaan terhadap Negara Hastinapura yang dikuasai Kurawa dan kecintaannya kepada para putra Pandu berujung dalam perang Bharatayudha. Dalam pertempuran dahsyat di medan Kurusetra, Salya sang wiratama-panglima unggulan gagah berani, akhirnya gugur demi kejayaan Pandawa.

Tentang Salya Wiratama (Reborn)

Mengulang sukses Karya Anak Panggung “Salya Wiratama” yang dipentaskan oleh generasi Bharata ke 5 dan 6 pada tahun 2012, maka Karya Panggung “Salya Wiratama” dipentaskan kembali dengan seluruah pemainnya adalah generasi Wayang Orang Bharata ke 7 dan ke 8.

Kata “Reborn” yang disematkan di belakang judul lakon ini mengandung arti “dipentaskan kembali”. Ya, dipentaskan kembali oleh generasi penerus Bharata, regenerasi dari angkatan–angkatan terdahulu yang kini sudah semakin senja usianya.

Adalah suatu kebanggaan mempergelarkan wayang orang dengan seluruh pemainnya adalah generasi muda penerus bharata dan kelahiran Jakarta asli yang setiap harinya berkomunikasi dengan “Bahasa gaul : lo – gue” namun mampu menjadi pemain wayang orang dengan kemampuan yang bagus dengan tembang, dialog dan tarian.

Tentang Wayang Orang Bharata

Sebagai punggawa seni panggung tradisional di DKI Jakarta, Wayang Orang (WO) Bharata telah dengan gigih mempertahankan dan mengembangkan pertunjukan wayang orang sejak didirikan pada 5 Juli 1972.

Perjuangan para seniman yang terdiri atas penari, pengrawit, pesinden dll ini bukan tanpa onak duri. Namun di sisi lain, tekad dan kesungguhan para awak WO Bharata dalam melestarikan kesenian warisan para pendahulunya ini pun telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan dan pengakuan, terbukti dari seringnya kelompok ini mengharumkan nama Ibu Pertiwi di pentas manca negara sebagai duta budaya bangsa. WO Bharata semakin bahwa pelestarian wayang orang ini akan tetap terjaga dan juga selalu berusaha mengembangkan kesenian adiluhung ini dengan memadukan bentuk-bentuk kesenian modern tanpa menghilangkan akar budaya yang ada.

Pertunjukan Wayang Orang Bharata berjudul Salya Wiratama (Reborn) yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation berlangsung pada tanggal 7 dan 8 September 2017, di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru Jakarta Pusat. (rl/gr)

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi panitia :

M. Yunus : 0856 1211 842

TINGGALKAN KOMENTAR