MEDAN – Berteriak tetapi tetap menjaga irama dan tempo, adalah gaya Wan Hidayati membaca puisi. Malam itu, Jumat, (23/3/2018) di Taman Budaya Sumatera Utara, perempuan yang akrab disapa Kak Wan itu membaca satu puisi karya pribadinya berjudul, ‘Karena Jauh Jadi Terasa Dekat’.

Tampil ala teaterikal, nama asli DR Wan Hidayati ini, mengenakan jas hujan. Wan sudah dua kali menyumbang penampilanya dalam acara yang digagas Komunitas Kata Kata itu. Kali ini dengan tajuk “Penyair Bercinta”.

Kini ibu yang masih aktif di sanggar Teater Nasional ini, dipercayakan sebagai Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut oleh Gubernur Sumut, T Erry Nuradi. Jabatan ini sepertinya pas dengan darah seni yang mengalir dalam diri yang juga dipanggil Ndut ini.

“Saya sebagai Kadis Kebudayaan dan Parawisata Sumut sangat mengapresiasi acara ini. Mudahan mudahan bisa lebih baik lagi ke depannya, ” ujar Hidayati kepada Gapura usai acara.

Sekedar tau, Wan Hdayati juga menggelar pertunjukan monolog, baru baru ini. Dia tampil memukau di Gedung Kecil, Taman Ismail Marzuki beberpa waktu lalu dengan lakon “Prita Istri Kita”, sutradara Yan Amarni Lubis.

Kesibukan sebagai pejabat di mana sebelumnya Wan Hidayati menjabat sebagai Kadis Lingkungan Hidup, rupanya tidak membuat wanita berusia kepala 5 ini, mandeg berkesenian.
Disela sela kesibukannya yang padat, Wan masih sempat berkarya. Bahkan buku kumpulan puisinya juga sudah diluncurkan belum mama ini.

Rasanya tak akan habis membicarakan sosok unik yang satu ini. Bahkan semasa begabung di Teater Nasional, Wan sudah langganan sebagai monologer terbaik beberapa kali dalam berbagai festival monolog di zaman itu.

Kini Wan harus berbuat banyak membenahi kesenian dan Pariwisata di Sumut. Gagasannya antara ingin membuat museum Teater dan sastra di Museum Pemprov Sumut.

“Saya sudah menemukan satu ruangan yang cukup besar di Museum Sumut untuk dijadkan museum teater dan sastra, ” terangnya saat ditanya apa programnya untuk kesenian dan Kebudayaan. Salut buat Kak Ndut. (aba/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR