Workshop Teater Keliling yang tertulis di porster Kamis (27/11) diralat menjadi Rabu (26/11) pagi. Hal itu dikarenakan kelompok teater dari Jakarta ini akan langsung bertolak ke Padang, Kamis Subuh.

Hal itu dikatakan Ojak Manalu, manager panggung untuk panitia Medan, di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Selasa (24/11).

“Semula memang dijadwalkan tanggal dua puluh tujuh, tetapi karena mau mengejar pementasan di Padang, mereka harus melanjutkan perjalanan Kamis subuh, usai pementesan,” kata Ojak.

Untuk itu Ojak meminta maaf kepada peserta yang ingin mengikuti workshop, lantaran kesalahan informasi tersebut.

Tetapi, lanjut Ojak lagi, jadwal pementasan tidak berubah yakni Rabu (26/11). Masih kata Ojak, ada dua kali pementasan yakni pada pukul 15.00 Wib, untuk pelajar dan mahasiswa dan pukul 19.30 untuk umum di Gedung Utama Taman Budaya Sumut.

Teater Keliling, akan membawa sebuah reportoar Karya Rudolf Puspa berjudul “Jas Merah”. Rudolf mencoba bercerita tentang imaginer antara tiga anak muda masa kini dengan tiga pahlawan yaitu Christina Marthatiahahu, RA Kartini dan Sukarno.

Dalam cerita ini, ketiga pahlawan masuk untuk mengingatkan kembali makna kemerdekaan dan perjuangan mereka untuk merebut kemerdekaan hingga mengorbankan jiwa raga.

“Akankah semangat membela bangsa mampu mengalahkan watak dari pribadi penerus bangsa yang telah menggerogoti ibu pertiwi,” katanya.

Teater keliling yang berdiri lebih dari 40 tahun lalu, telah mementaskan lebih dari 1.500 pementasan di berbagai kota dan negara.

Menurut Rudolf, untuk di Sumatera, teater keliling singgah di beberapa kota seperti Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan, Padang, Bengkulu dan Lampung. Dimulai di Palembang 19 November dan akan berahir di Lampung, 3 Desember 2014.

Pementasan Teater Keliling akan dibuka oleh Wagub, T Herry Nuradi. Rianto Ahdly selaku sekretaris panitia pementasan teater ini di Medan, memastikan kedatang orang nomor  2 di Medan ini. (ayub badrin/gr)

Foto Ilustrasi (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR