Ilustrasi foto: Wisman asal Tiongkok (ist)

SEDIKITNYA 7-an wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Indonesia dari Januari hingga September 2015 dan turis Tiongkok yang paling banyak datang.

Ilustrasi foto: Wisman asal Tiongkok (ist)
Ilustrasi foto: Wisman asal Tiongkok (ist)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan, secara kumulatif dari Januari hingga September 2015, kunjungan wisman Tiongkok mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 20,04 persen.

Menyusul kemudian Mesir dengan pertumbuhan sebesar 19,45 persen, Inggris 13,82 persen, India 10,94 persen dan Jerman 6,26 persen.

Sementara itu, secara kumulatif kunjungan wisman dari Januari hingga September 2015 telah mencapai 7.191.771 orang. Angka tersebut tumbuh 3,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.946.849 orang.

Menurut analisa Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, peningkatan tersebut berkat kebijakan BVK yang sudah tersosialisasi dengan baik di mancanegara.

Selain itu, promosi Wonderful Indonesia melalui media cetak, elektronik, online dan media ruang, serta kegiatan promosi dengan mengikuti pameran, festival, bursa, sales mission, maupun direct promotion terutama di 18 negera juga turut mendongkrak kunjungan wisman ke Indonesia.

Selain itu, menurut Menteri Pariwisata Indonesia (Menpar), Arief Yahya peningkatan kunjungan wisman tersebut juga tidak terlepas dari penerapan Bebas Visa Kunjungan (BVK) dari 15 negara menjadi 90 negara tahun ini. Namun, Menpar mengatakan, dampak BVK akan lebih terlihat tahun depan.

“Dampak BVK lebih signifikan akan terasa mulai tahun depan. Kita proyeksikan tahun 2016 kebijakan BVK akan menambah jumlah kunjungan 1 juta wisman dengan devisa sebesar USD 1 miliar,” tutur Arief Yahya Selasa (3/11/2015).

Meski begitu, Kemenpar harus bekerja keras untuk bisa mendatangkan turis lainnya dengan jumlah yang besar. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR