Sedikitnya 90 sopir taksi di Kota Semarang diberi bekal pengetahuan pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pengembangan Industri Wisata, Disbudpar Kota Semarang, Giarsito Sapto mengatakan, para sopir taksi merupakan ujung tombak wisata di Kota Semarang. “Salah satu latar belakangnya adalah jumlah wisatawan di Kota Semarang selalu meningkat. Perlu ada penyeimbang,” katanya di Ruang Pertemuan Blue Bird, Jalan Brigjen Sudiarto No. 492 Semarang, Selasa (16/9/2014).

Seperti yang dirilis Kompas.com, menurut Sapto, jumlah wisatawan pada 2012 mencapai 2,4 juta, lalu 2013 mencapai 2,7 juta. Pada tahun ini, ditargetkan mencapai 3 juta wisatawan. Hal itulah yang membuat Disbudpar Kota Semarang perlu mengadakan peningkatan SDM pariwisata.

Sapto menjelaskan sopir taksi merupakan ujung tombak pariwisata. Para wisatawan yang naik taksi pasti akan bertanya tentang obyek wisata Kota Semarang, tempat hiburan dan sebagainya. Dalam kata lain, mereka juga harus menjual Semarang.
Ia mencontohkan negara Singapura. Begitu masuk taksi, sopir taksi pasti menyapa penumpang dengan ramah. Bahkan, saat ditanya tentang lokasi wisata, sopir taksi bisa menjelaskan dengan lengkap dan mudah dipahami wisatawan. “Para sopir yang kami latih dari Bluebird, Kosti, Pandu, Atlas,” katanya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jateng, Benk Mintosih menambahkan, para pengemudi taksi bahkan perlu berlatih bahasa Inggris. Ia yakin, arah pengembangan SDM pariwisata di Jawa Tengah suatu saat akan mengarah ke sana. (ib/gr)

Foto:ist

TINGGALKAN KOMENTAR