film dokumneter jamur laut-1
Syuting Film Dokumenter ‘Jamu Laut’

[dropcap color=”#888″ type=”square”]F[/dropcap]ILM Dokumenter ‘Jamu Laut’ sutradara Andi Hutagalung terpilih sebagai peraih Penghargaan Khusus dalam Denpasar Film Festival (DFF) 2014 di Bali, 24 Agustus lalu. Sukses yang dirahi sineas muda Medan, Andi Hutagaung tak terlepas dari sosok Tengku Ryo Rizqan yang menjadi produser film dokumenter ‘Jamu Laut’.

Sosok Tengku Ryo Rizqan gelar adat Tengku Merdangga Diraja Kesultanan Serdang ini dikenal sebagai seniman serba bisa. Tidak saja mampu menari, bernyanyi dan memainkan berbagai alat musik, dirinya sangat peduli dalam melestarikan budaya Melayu.

Dalam satu kesempatan, Gapuranews.com berkesempatan melakukan perbincangan dengan Tengku Ryo panggilan akrabnya, dan di bawah ini hasil petikannya.

Kenapa memilih tema kelautan sepeti ‘Jamu Laut’?
Sebenarnya yang saya ingin angkat adalah kebudaya Melayu pesisir dimana laut adalah sumber kehidupan yang menjadi bagian penting bagi masyarakat pesisir pada umumnya.

Apa yang menarik dari tema jamu laut?
Jamu Laut merupakan adat istiadat tradisi masyarakat Melayu pesisir, Jamu Laut ini di filmkan di daerah pantai Sri Mersing yang merupakan wilayah Kesultanan Serdang dimana leluhur saya berasal, memang sudah dari dulu berkeinginan membuat dokumentasi budaya budaya yang hampir punah, selain Jamu Laut ada juga upacara Jamu Bendang yaitu upacara di sawah dan ladang sebelum memulai musim tanam.

Apa alasan mendokumenternya?
Saat ini dan waktu yang akan datang literatur atau dokumentasi multi media sangat diperlukan agar lebih mudah dipahami, dan kemudian lagi Jamu Laut ini hampir hilang dan jika itu terjadi setidaknya ada film yang masih bisa di saksikan bagi generasi yang akan datang

Apa sebenarnya yang mau dicapai dengan menggarap Jamu Laut?
Pencapaiannya adalah pemahaman akan sebuah nilai budaya yang sarat dengan pesan moril ttg hubungan manusia dengan alam sekitarnya, bagaimana manusia harus bersyukur dan berterima kasih kepada alam yang telah diciptakan Allah dengan berbagai manfaatnya. Dan juga membuka mata yang lebih luas lagi ttg eksistensi suatu budaya tertentu.

Tengku Ryo-1
Tengku Ryo

Mengapa tertarik jadi produser, sementara Anda dikenal sebagai seniman Melayu (tari/musik)?
Saya sebagai produser di film ini, sutradara saya percayakan kepada kawan saya Andi Hutagalung dari Media Identitas, mungkin produksi berikutnya saya akan menyutradarai. Saya memang tertarik dengan film khususnya dokumenter budaya dan sejarah hanya saja produksinya tidak seperti musik, produksi film memiliki tantangan yang lebih kompleks. Memang jalur profesi saya menggeluti bidang musik dan budaya tetapi film bisa berbicara lebih kongkritvdalam konteks dokumentasi.

Usai Jamu Laut apa lagi yang akan digarap?
Sekarang ini sedang dalam proses editing film dokumenter MTQ Nasional ke 25 yang berlangsung bulan Juni 2014 kemarin di Batam, sebuah momen nasional yang kolosal dan sarat dengan dinamika dalam pelaksanaannya. Tema yang akan diangkat berikutnya adalah tentang seni pantun ( format film pendek ) dan dokumenter Tari Serampang 12.

Kepuasan apa yang diraih tatkala menerima penghargaan sebagai film khusus dlm festival film Bali?
Kepuasan bagi seluruh tim adalah ketika budaya kita di Sumatera Timur khusunya bisa di apresiasi oleh masyarakat lain dan diketahui eksistensinya, mengenai penghargaan atau menjadi nominasi itu bukan menjadi tujuan utama tetapi menjadi pemacu utk berkarya yang lebih baik lagi. (gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR