MEDAN – Selepas sukses di Medan dan Jakarta, Monolog ”Prita Istri Kita”  karya Arifin C Noer yang dilakoni Wan Hidayati, kembali akan di pentaskan di Yogyakarta pada bulan Desember mendatang.
Monolog produksi Teater Nasional Medan ini, akan dipentaskan di dua Taman Budaya yakni, Taman Budaya Medan dan Taman Budaya Yogyakarta.
Buyung Bizard sebagai Pimpinan Produksi mengatakan monolog yang disutradarai Yan Amarni Lubis ini, akan dipentaskan di Gedung Utama TBSU, bulan November 2018 mendatang sebelum diberangkatkan ke Yogyakarta pada bulan Desember 2018.
Yan Amarni Lubis pada saat latihan, Senin malam (17/9/2018) mengatakan, monolog kali ini berbeda dengan monolog sebelumnya. Kali ini dasar garapan mengambil latarbelakang budaya Melayu.
“Tetapi ada bahasa khas Medan-nya. Kemudian musik juga akan terasa lebih dominan. Karakter tokoh lebih kepada sosok perempuan Melayu Deli,” kata Yan Amarni.
Buyung Bizard menambahkan, proses latihan sudah beberapa kali dilakukan. Saat ini katanya baru mencari warna musik yang diselaraskan dengan karakter tokoh yang kental Melayu Medan.
Dewi Budiati Teruna (seniman) yang menyaksikan proses latihan di Ruang Pameran Taman Budaya Sumut itu, mengaku suka.
“Aku sukak kali sama monolog Prira Istri Kita, karya Arifin C.Noer ini”, ujarnya.
“Apalagi yang memaenkannya Wan Hidayati. Soalnya,  sudah kutonton waktu maen tahun lalu  2016 (15-16 Mei) di Hotel Aston Medan. Tapi katanya untuk nampil di Yogya bulan Des nanti versinya berbeda ya? Betol-betol seniman kak Ndut kedanku yang satu ini”, pujinya kepada sang pelakon.
Menurut pengakuan Dewi,  yang juga tokoh pers, dulu ia pernah membaca-baca lakon monolog ini. Masih diingatnya, walau sudah lama sekali. Waktu itu ia memang pernah bergabung singkat di Tena, dan berlanjut di Teater Kita Medan pimpinan Dahri Uhum Nasution.
Novi Zass Zass, teman Dewi, yang ikut dalam kesempatan menyaksikan proses latihan malam itu,  juga mengagumi sosok Wan Hidayati. Di usianya yang tak lagi muda, Wan Hidayati  dinilainya masih berkeinginan  berteater dengan proses latihan yanag tidak sebentar.
“Maen monolog lagi. Salut, salut, salut”, ujarnya berulang.
Dalam proses latihan cukup banyak dihadiri anggota  senior Tena, seperti Handono Hadi, Ryana Savitri, Buyung Bizard, RosnaniLubis, Muhammad Nasir Lubis, Hadira Herawadi, Sri Wahyuni, Chadijah Janna, Ayu Wahyuni, Maha Rani, Ayub Hamzah Fahreza, Muhammad Syahib (Amat Binjai).
Sementara musik dipercayakan kepada, Mitra Hutagalung, Eva Gusmala Yanti, Jamal Akordion, Zeni Nasution, Iyoung, Angki Chamaro.
Monolog ini juga di dukung, Burhan Folka, Syahrial Felani (Mak Yal Gambus) dan Retno Kampung . (aba/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR