Judul :
Orang Kasar
Karya :
Anton P. Chekov saduran WS Rendra
Sutradara:
Firman Febriyanto
Aktor :
Abdul Muiz sebagai Baitul Bilal
Evan Fahmi Maulana sebagai Darmo (Mandor)
Ulfa Indriyani / Ian AR sebagai Nyonya Martopo
Penata musik :
Fikhy Sandi dan Zay
Lighting :
Harry Ghopad dan Luthfan
Artistic & property :
Awank Rekayasah dan Irham Plur
Makeup &kostum :
Izzatikhoirina, dan Evi widia,
Penari Topeng :
Ratu dela meylinda
Produksi:
Teater Roempoet
Tempat Pentas:
1. Kuningan Gedung kesenian Raksa Wacana 18 Maret 2014
2. Tasikmalaya Gedung Graha Stikes MuhTasik 20 maret 2014
3. Purwokerto Gedung FISIP UNSOED dan Gedung UMP unsoed 24 ump 26 maret 2014
4. Yogyakarta Gedung UKM UMY 29 maret 2014
5. Tegal Gedung Auditorium UPS 15 April 2014
Harga Tiket: Rp10.000 
Pesan Tiket : 089621466684/08982731893

PEMENTASAN   5 kota di Pulau Jawa  ini digagas untuk membangun kembali tali silahturahmi dengan ‘kawan’ sesama seniman diberbagai kota. Dengan adanya berkeliling, Teater Roempoet dalam pementasan sambil belajar tentang teater. Juga memperkenalkan serta membawakan kesenian asli Cirebon yakni ‘Tari Topeng’ jenis Kelana yang di bawakan salah seorang keluarga Roempoet.

teater roempoet2
Pementasan Teater Roempoet

Teater Roempoet sebagai wadah kesenian yang ada di dalam Universitas Muhammdiyah Cirebon. Teater Roempet dibentuk tahun 2001, sebagai suatu UKM kesenian yang di dalamnya ada teater, seni musik, dan tari tradisional. Teater Roempoet sudah mementaskan lakon karya keluarga Roempoet naskah ‘Dan Kami Hanya Menjaga Kehormatan’, ‘Jeritan Perawan’, dan ‘Mati siang-siang’. Selain itu, juga pernah tergabung dalam pementasan naskah ‘Mega-mega’, ‘Sendragentala Bebere Umbul-umbul waring’, dan ‘Putri Ong Tien’.

Perjalanan pentas ‘Orang Kasar’ telah dimulai dari Kota Kuningan di Gedung Kesenian Raksa Wacana, Kuningan, Jawa Barat. Saat tampil di Kuningan, dihadiri oleh berbagai komunitas teater yang ada di sana. Lalu kemudian bergeser ke kota Tasikmalaya dan mentas di Graha Stikes Muhtasik. Di Tasikmalaya, bukan saja dihadiri seniman setempat, tapi komunitas Ciamis pun menghadirinya.

teater roempoet4
Teater Roempoet

Lepas dari kota di Jawa Barat, berlanjut di kota ketiga, Purwokerto, Jawa Tengah. Di kota Purwokerto, pementasan ‘Orang Kasar’ tampil dua kali, yakni di Kampus UNSOED, tepatnya di Aula Fisip Unsoed. Tampil di kampus Unsoed, Teater Roempoet ‘bertemu dengan kawan’ teater yang ada di kampus unsoed. Beruntung disetiap fakultas di Unsoed memiliki grup teater tersendiri. Kemudian berlanjut ke kampus UMP, sini ketika mentas juga bertemu dengan komunitas teater yang ada disana.

Pementasan berikutnya di kota Yogyakarta, Teater Roempet mentas di Balai UKM UMY. Seperti kota-kpta lainnya, Teater Roempoet juga bertemu dengan komunitas dan pekerja teater. Kota terakhir lawatan ‘Orang Kasar’ adalah Tegal, yang akan tampil di Gedung Auditorium UPS Tegal pada 15 April 2014.

teater roempoet personil
Personil Teater Roempoet

SINOPSIS

‘Orang Kasar’ bercerita tentang kehidupan Nyonya Martopo, seorang janda kaya raya yang di tinggal suaminya meninggal namun dia masih setia kepada suaminya. Janda kaya tetap berada di rumah karena menggap bahwa dirinya pun sudah mati tanpa kehadiran suaminya, Tapi mandor di rumahnya yang setia mencoba menasehati nyonyanya untuk pergi keluar kembali menikmati hidup. . Mangan hanya berada di dalam rumah saja. Mandor menceritakan tentang jenakanya kucing miliknya bermain di luar kebun, Dia juga menceritakan tentang adanya perfini di balai desa yang penuh dengan artis ibukota dan tak lupa dia menceritakan tentang gagahnya Raden Ismail yang bermain pencak.

Ketenangan si janda kaya terganggu ketika Baitul Bilal salah seorang teman dari almarhum suaminya datang untuk menagih hutang Martopo. Ketegangan pun terjadi ketika janda kaya tak mau membayar hutang kepada Bilal karena tidak ada uang tunai dan semua uang di bawa oleh bendaharanya. Tapi Bilal tetap memaksa janda kaya agar segera membayar hutang. Karena kesal, janda kaya pun mengajak Bilal untuk berduel.

Dengan gagah Bilal menerima tantangan si janda kaya untuk berduel. Keduanya pun sempat membincangkan emansipasi dengan kesamaan gender. Akhirnya dengan membawa senapan angin si janda kaya meminta Bilal untuk mengajarkannya sebelum mereka berduel. Kejadian itu membuat Darmo ketakutan pergi keluar untuk mencari bala bantuan. Ketika mengajarkan Nyonya Martopo menggunakan senjata, Bilal yang merasakan getaran cinta terhadap si janda kaya. Bilal kini terpanah asmara, dengan berbagai alasan merayu Nyonya Martopo agar tidak terjadi duel. Api asmara yang begitu gencang, membuat Bilal rela mati dibedil si janda kaya. (gardo)

teater roempoet1
Pementasan Teater Roempoet

 

TINGGALKAN KOMENTAR