opera ular putih-00Produksi ke-139:
Teater Koma
Judul:
Opera Ular Putih
Sutradara:
N.Riantiarno
Aktor/Aktris:
Budi Ros
Andhini Putri Lestari
Adri Prasetyo
Ade Firman Hakim
Dodi Gustaman
Daisy Lantang
Ratna Ully
Dorias Pribadi
Sir Ilham Jambak
Aris Abdullah
Dana Hassan
Julung Ramadan
Rangga Riantiarno.
Tempat:
Graha Bhakti Budaya TIM
Waktu:
3-19 April 2015
19.30 WIB (Selasa-Sabtu)
13.30 WIB (Minggu)

SEBAGAI teater   yang sangat produkstif, kini Teater Koma kembali mementaskan reportorar ‘Opera Ular Putih’.  Kisah dari negeri  Tiongkok  ini aslinya berjudul ‘Oh Peh Coa’. Produksi ke-139  ini kelak akan digelar di Graha Bakti Budaya, TIM, Jakarta mulai 3 hingga 19 April 2015.

Pementasan ini bukanlah kali pertama, sebelumnya  pernah panggungkan pada di 1994.  Alasan masih relevan dengan konteks sekarang maka Teater Koma merasa layaknya menampilkannya kembali. “Pertanyaan masih sanggupkah kita membedakan siapa manusia dan siapa siluman? Ada banyak makna akan pesan moral dalam lakon ini,” tutur sutradara Nano Riantiarno.

‘Opera Ular Putih’ akan dibintangi oleh Tuti Hartati. Di lakon ‘Republik Cangik’, Tuti berperan jenaka sebagai Limbuk dan berubah 180 derajat menjadi Tinio yang lemah lembut.

Pementasan ini akan didukung oleh aktris dan aktor kawakan Teater Koma seperti Budi Ros, Andhini Putri Lestari, Adri Prasetyo, Ade Firman Hakim, Dodi Gustaman, Daisy Lantang, Ratna Ully, Dorias Pribadi, Sir Ilham Jambak, Aris Abdullah, Dana Hassan, Julung Ramadan dan Rangga Riantiarno.

opera ular putih-003CERITA

Setelah bertapa selama 1700 tahun, Ular Putih mampu berubah wujud menjadi manusia. Dia memang tidak ingin terus-terusan jadi siluman. Dia ingin merasakan suka duka kehidupan sebagai manusia seutuhnya.

Keinginan Ular Putih awalnya ditentang oleh sang adik, Ular Hijau. Tapi akhirnya, mereka akhirnya berubah menjadi manusia. Ular Putih memakai nama Pehtinio. Ular Hijau diberi nama Siocing. Tinio pun menikahi seorang manusia bernama Hanbun. Berdua, suami istri itu termasyhur sebagai tabib yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit aneh.

Sayangnya para pembasmi siluman, penerima mandat dari Langit, datang mengobrak-abrik kebahagiaan Tinio dan Hanbun. Pendeta Bahai dan Peramal Gowi, muridnya, tetap menganggap Tinio dan Siocing sebagai siluman. Mereka tidak peduli pada segala kebaikan yang telah dilakukan Tinio.

Apakah cap siluman memang tidak bisa dibasuh dengan air jenis apapun? Apakah segala kebaikan yang dilakukan oleh mereka, yang dianggap jahat, juga akan dikutuk sebagai kejahatan? Mampukah mata hati kita membedakan mana manusia dan mana siluman? (gr)

Info Tiket:
Bintaro:
7359540/7350460/082122777709 (WA)
PIN BB:
2890E85B
Setiabudi:
5251066/5224058
HTM:
Weekend (Jumat-Minggu): Rp. 350 ribu, Rp. 275 ribu, Rp. 175 ribu, Rp. 125 ribu (balkon)
Weekday (Selasa-Kamis): Rp. 250 ribu, Rp. 200 ribu, Rp. 100 ribu, Rp. 75 ribu (balkon)

 

Foto Ilustrasi ‘Opera Ular Putih’  (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR