kapal selam-1
Pemain:
Jimmy S
Andy Biru Laut
Bmbang Betet
W. Fadillah
Nurasid Saputra
Uche Ismail
Badri
Heri Purwoko
Dwi Cahyadi
Septiadi Angga
Sutradara:
Zak Sorga
Naskah Karya:
Zak Sorga
Artistik:
Hasnawi
Musik:
Raden Agung F
Garfis:
Awaluddin Arief
Fotografi:
Zaki Abdullah
Mulia Sjahrusijam
Pimpinan Produksi:
MUhammad Arqam Abbas
Tempat:
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ)
Pasar Baru Jakarta Pusat
Waktu:
21, 22, 23 OKTOBER 2014
Pukul: 20.00 WIB
HTM:
VVIP Rp 300.000,-
VIP Rp 200.000,-
Balkon: Rp 75.000,-
Pemasanan Tiket:
Septaidi HP: 081399998685
Siti Maesaro HP: 081388958787
Andy Suhandi HP: 0818674667

[dropcap color=”#888″ type=”square”]P[/dropcap] enguni Kapal Selam menceritakan sekelompok orang pergerakan dari berbagai aliran ideologi ada Islam, sosialis, nasionalis dan lain-lain, juga beberapa orang rakyat jelata dan mahasiswa telah ditangkap dan dipenjarakan di penjara bawah tanah yang terkenal dengan sebutan “Penjara Kapal Selam”.

Mereka semua setiap hari menjalani intimidasi dan penyiksaan yang tak terperikan, baik secara fisik maupun mental, sampai diantara mereka ada yang buta, pincang, lumpuh, stress, gila dan mengalami ketakutan yang amat sangat selama bertahun-tahun. Bahkan ada juga yang sampai mati bunuh diri.

Tapi selain itu, ada juga yang tetap tabah dan sabar, dia adalah Ustadz Abdul Ghofar, seorang lelaki tua yang karena kekuatan imannya seolah tak pernah tersentuh oleh siksaan dan teror macam apa pun. Ustadz Abdul Ghofar ini senantiasa memberikan motivasi kepada tahanan yang lain, meski mereka berseberangan politik dan ideologi.

Karena ketabahan Ustadz Abdul Ghofar inilah, para sipir dan algojo yang menyiksanya jadi frustasi, mereka ragu-ragu sebenarnya yang dipenjara itu Abdul Ghofar atau diri mereka sendiri? Apa bedanya diri mereka dengan Abdul Ghofar? Siapa sebenarnya penguasa penjara ini? Sampai diantara mereka ada yang menyatakan diri untuk keluar dari korp dan melepaskan jabatannya, mereka tak peduli meski dituduh desersi dan dihukum mati.

Kehidupan dalam penjara itu terus berlanjut dari zaman ke zaman dan para pejuang dari generasi demi generasi keluar masuk jadi penghuni, tapi Ustadz Abdul Ghofar terus tabah dalam kemenangan imannya.

Para Pelaku: 1. Abdul Ghofar (55th), seorang guru agama Islam, aktivis dakwah senior. Pembawaannya tenang dan berwibawa. Dia adalah orang yang paling ditakuti oleh para Sipir. 2. Abdul Muthalib (55th) politikus tua yang stress berat karena dipenjara bertahun-tahun. Jalannya pincang akibat siksaan, dia selalu menggedor-gedor pintu sel, sambil mengasah pisaunya dan berteriak-teriak ingin membunuh orang yang telah menangkapnya. 3. Jerio (40th), orator dan aktifis politik yang ambisius, selalu bermimpi jadi orang besar yang akan memimpin negeri ini. Berlagak suci dan kuat, padahal sejatinya dia suka menangis sendirian karena menyesali nasibnya. 4. Yan (40th), Aktivis dakwah, dipenjara sejak muda, wajahnya bopeng akibat siksaan dan disunduti rokok oleh para algojo saat diinterogasi. Dia labil dan gampang percaya pada kebaikan orang.

5. Kukuh (25th), mahasiswa yang stress dan mendekati gila akibat siksaan saat diinterogasi. Setiap menit dia selalu ketakutan dan terus berlari-lari karena merasa dikejar-kejar oleh aparat. 6. Pi’I (19th), masuk penjara ini waktu masih anak-anak dan merasa terus jadi anak-anak meski sekarang sebetulnya umurnya sudah dewasa. Dia adalah mantan tukang es dan bercita-cita untuk terus jualan es kalau sudah bebas nanti. 7. Prawoto (45th), mantan pemimpin perampok yang ingin bertobat, tapi malah diciduk dan
dijebloskan dalam penjara.

Dia telah disiksa sampai buta. 8. Sokle (35th), tukang bengkel elektronik yang dituduh sebagai penggerak massa, jalannya menggelesot-gelesot karena kakinya lumpuh akibat siksaan. 9. Sipir Kepala (45th), merasa berkuasa dan kuat. 10. Juru Runding (40th), Berpenampilan perlente, dia pintar sekaligus licik. 11. Si Kutu Buku (30th), Pendiam dan misterius. 12. Sipir Kepala Baru (40th), merasa berkuasa dan kuat. 13. Orang yang Shalat, rambutnya putih semua, dia terus menerus sholat dan berzikir. Dia tak peduli pada lingkungannya. 14. Para Sipir Penjaga.

kapal selam- latihan

SEKILAS TEATER KANVAS

Teater Kanvas dibentuk pada tahun 1987 oleh Zak Sorga. Naskah yang pertama kali dipentaskan adalah “Stasiun Kubur Kubur” Karya Sutradara Zak Sorga dengan para pemain; Dedy Firmansyah, Oding Siregar, Budi Ireng, Totow Namoe dan Indah Murtiningsih. Teater Kanvas bersama Zak Sorga pada th 1991, 1992, 1993 tiga tahun berturut-turut menjadi pemenang Grup Terbaik dalam Festival Teater Jakarta. Dan lebih dari 30 buah naskah drama pernah dipentaskannya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Gedung Kesenian Jakarta, kampus-kampus dan Taman Budaya-Taman Budaya di seluruh Indonesia.

18 naskah drama yang pernah ditulisnya antara lain STASIUN KUBUR-KUBUR (1985), ALJABAR (1987), REUNI ORANG ORANG (1991), BERBIAK DALAM ASBAK (1992), INTIFADHAH (1995) , KONSPIRASI (1996), REVOLUSI BURUNG (1997), BLANGWIR NYELONONG DI PRIUK (1998) , MELAWAN ARUS SEPATU (1999), EKSODUS? TIDAK! (1999), PEMILU DI DESA GANDUL (sebagai wakil Indonesia dalam Festival Seni Enam Negara th 2004/2005 di GKJ), PENGHUNI KAPAL SELAM (2008). (gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR