MEDAN – Teater Imago Medan kembali mengangkat reportoar ‘Rapel Pensiun’, sebuah drama satu babak yang akan dipentaskan di Taman Budaya Sumatera Utara, Medan, Selasa (8/5/2018) disutradarai Ayub Hamzah Fahreza atau akrab dengan Ayub Badrin.

“Bagi saya cerita ‘Rapel Pensiun’ cukup relevan dengan kondisi saat ini. Sebab, dalam karya Andi MS ini terdapat semangat kebersamaan dan gotong royong. Sementara semangat ini mulai kian menipis,” kata Ayub Badrin, Selasa (10/4/2018).

Meski cerita ini dibikin dengan setting tahun 1970an, namun ditampilkan dengan sentuhan budaya lokal Sumatera Timur, atu Deli yang kental dengan kemajemukan.

“Tentu ada sentuhan-sentuhan yang akan saya bikin dalam menggarap ‘Rapel Pensiun, jadi tidak leterlek naskahnya,” kata sutradara yang sempat menyutradarai teater di Taman Budaya Nusatenggara Barat (NTB), Mataram ini meyakinan.

RAPEL PENSIUN

Lantaran tak pernah merasakan pesta perkawinan, Syaiful Bahri atau Wak Ulong, yang mantan Sekda itu bermaksud memestakan ulang tahun perkawinannya. Sebab dulu, Karena tak direstui orangtua, mereka kawin lari dan tak pernah pesta hingga lahirlah, Asih dan Danang.

Namun Wak Ulong terkenal pelit medit di kampungnya ini, sempat membeli seekor kerbau kepada si Poltak tapi masih mengutang. Wak Ulong akan membayar besok setelah dirinya menerima rapel pensiun sebesar Rp 50 juta.

Sayang karena selama ini tak bergaul dan pelit, pesta Wak Ulong, diboikot orang kampung. Tak ada satu orangpun yang mau datang. Jika pun ada yang datang, adalah si Tambi, mualaf yg baru masuk Islam..

Tidak disangka ternyata kerbau yang dibeli Dari si Poltak adalah curian. Habislah Wak Ulong. Sudah tak ada tamu yang datang, diapun harus berurusan sama polisi. Yang paling disesalkannya adalah rapel pensiun yang dipertaruhkannya buat membiayai pestanya ini.

Bagaimana kelanjutan cerita ini? Siapakah pemilik kerbau yang dibeli Wak Ulong? Dan siapakah si Poltak? Saksikan Panggung Teater Imago Medan, 8 Mai 2018, Pukul 15.00 Wib, di TBSU.

TEATER IMAGO

TEATER IMAGO, lahir 17 Januari 1972 di Medan. Naskah pertama yang dipentaskan di TVRI stasiun Medan dengan judul Sang Pertapa karya D. Rifai Harahap. Sutradara D. Rifai Harahap. Pemain Dahri Uhum Nasution, Amran SD. Gumriah Lubis, Ismuhas, Alex, Hartono (Poh Seng).

Teater Imago didirikan D. Rifai Harahap, Alex, dan Hartono (Poh Seng)- Teater Iamgo Medan mementaskan naskah Yukio Mishima dan Nyanyian Angsa di Taman Budaya Medan tahun 2006 dengan pimp.produksi Herwin Kampusi . Naskah-Naskah yang pernah dimainkan: 1976 Raja Yang, Raja Hong, Raja Raja, Mimpi Alam Kinaot, Mimpi dan Khotbah Di Atas Kloset.

Juga sempat memproduksi: Sang Pertapa., Buih Putih Memburu Karang, Si Cantik dan Si Buruk, Biji Kacang Ajaib, Misteri Rumah Tua, Jebakan Pintu Tertutup, Sang Ayah, Tantangan, Gani Anak Desa, Air Mata Rini dan banyak yang lainnya. (a2k/gr)

Teater Imago Medan
RAPEL PENSIUN
Karya: Andi MS

Produser : Wan Hidayati
Sutradara: Ayub Hamzah Fahreza
Artistic: Rudi Pama

Pelakon
Abdul Razak Nasution
Evi Khairani
Vitri Markimin
Dizzah Lubis
Suryatin
Joni Elpi
M Zaki Farhan Sembiring
Mad Binjai
Dafaa

Lighting: Ali Shahrin
Musik: Al Coboy dkk

Gedung Utama TBSU, Jln Perintis Kemerdekaan No 33 Medan, 8 Mei 2018
Pukul 15.00 WIB

Pesan Tiket:
085277238402

Pementasan satu babak ini, bekerjasama dengan TBSU dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut.

TINGGALKAN KOMENTAR