Foto: Poster 'Ommelanden: Batas Runtuh'. (ist)

JAKARTA – Sebuah pertunjukan teater berbasis performatif exhibition dengan tema tentang Kota Jakarta dan aglomerasi kota yang melahirkan mobilisasi massa yang massif dari pinggir ke pusat kota.

‘Ommelanden: Batas Runtuh’ merupakan sebuah proyek pertunjukan yang berupaya melihat ulang sejarah masyarakat di luar tembok Batavia (ommelanden) sebagai pintu gerbang memasuki kenyataan kota yang semakin meluas. Tembok yang dihancurkan oleh Deandels (1808) itu menjadi titik tolak dalam membaca fenomena aglomerasi Jabodetabek dan primasi Jakarta terhadap daerah sekitarnya.

Hubungan saling ketergantungan tidak hanya mengintegrasi ruang dan menciptakan transformasi spasial, namun dalam praktek keseharian dependensi tersebut melahirkan mobilisasi massa (Blocking Social) yang massif dari pinggir ke pusat, juga sebaliknya. Presentasi performatif ini merekam dan memamerkan pengalaman riset kota dan orang kota dalam kategorisasi spasial, serta jarak ulang-alik yang membentang pada masyarakat pinggir kota (urban fringes).

Pertunjukan ini digagas untuk memberikan ‘dialog’ mengenai kenyataan dari hubungan kota metropolitan dengan daerah sekitarnya, baik secara spasial maupun non spasial. Membangun proses kesadaran tentang ruang hidup kota sebagai akses bersama yang saling terkait satu dengan yang lain. Kegiatan ini berupaya menghadirkan pengalaman keseharian pada proses perluasan ‘kota’.

Teater Ghanta adalah sebuah kelompok kerja performatif yang berdiri sejak tahun 1995 di Kampus Universitas Nasional. Tahun 2014, Teater Ghanta memutuskan untuk tidak lagi menjadi bagian dari universitas dan mendirikan Komunitas Ghanta. Dalam perjalanan kekaryaannya, Teater Ghanta telah melahirkan puluhan produksi pertunjukan, beberapa diantaranya mendapat anugrah sebagai grup terbaik pada Festival Teater Jakarta (tahun 2011-2014).

Pertunjukan ini, merupakan produksi ke-46 Teater Ghanta, yang akan dipentaskan di Galeri Historia (lantai 2, Historia Food and Bar) Jalan Pintu Besar Utara No. 11 Kawasan Kota Tua-Jakarta Barat, pada hari Sabtu dan Minggu (12-13 Agustus 2017) pukul 19.30 WIB.

“Kami hanya menyediakan kursi penonton sebanyak 50 buah per hari,” kata Komunitas Ghana dalam rilisnya yang diteria gapuranews.com, Kamis (27/7/2017).

Untuk informasi mengenai pertunjukan dan peliputan silakan menghubungi nomor telepon (021) 78881668 atau via whatsApp di nomor 08881875932. (rl/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR