[dropcap color=”#888″ type=”square”]F[/dropcap]estival Sendratari Antar Kabupaten se-DIY kembali digelar oleh Taman Budaya Yogyakarta di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Festival yang memasuki usia ke- 42 tahun tahun ini bakal digelar selama dua malam berturut-turut, 23-24 Oktober 2014.

Acara dimulai pukul 19.00 WIB, terbuka untuk umum dan gratis. Padi malam pertama (23/10) menampilkan kontingen kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Sedangkan malam kedua (24/10) menampilkan kontingen Sleman dan Kulonprogo. Drs Diah Tutuko Suryandaru bilang, Festival Sendratari ini menjadi bagian penting dari nadi dan situs budaya di Yogyakarta.

Diharapkan melalui festival ini mampu meningkatkan apresiasimasyarakat terhadap karya seni tari sekaligus memacu spirit kreatif bagi para penata tari.

Meski begitu, seniman di Yogyakarta harus bergotong royong untuk dapat mengikuti Festival Sendratari 2014 tersebut. Hal itu lantaran tidak adanya dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta atas kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tahunan tersebut.

Para seniman yang tergabung dalam Solidaritas Seniman Tari, Karawitan, Rias Busana (Soetakarina) Kota Yogyakarta lantas mencari sokongan dana kepada sesama rekan seniman. “Respons dari rekan-rekan sangat besar. Seniman kethoprak, sastrawan, media rekam dan seniman lain banyak memberikan dukungan,” ungkap Pimpinan Produksi (Pimpro) Soetakarina, Satriyo Ayodya kepada waratwan, Rabu (22/10/2014).

Satriyo mengungkapkan, Festival Sendratari tersebut digelar se-DIY. Empat Kabupaten sudah menyatakan ikut. Namun karena Pemkot Yogyakarta tidak mengirimkan delegasi, maka Kelompok Soetakarina hanya akan mengikuti kelas eksibisi. Dijadwalkan, Soetakarina akan tampil, Kamis (23/10/2014) malam dengan urutan ketiga.

Sementara tahun ini, kontingen kota tanpa dukungan pemerintah tetap akan tampil maksimal. “Kami sangat terharu dengan dukungan rekan seniman. Kali ini kami persilakan para seniman muda agar bisa berkarya sekaligus media pembelajaran,” katanya. (ib/kr/gr)

Foto: Ilustrasi Sandratari (ist)

 

TINGGALKAN KOMENTAR